News

Panglima TNI ; Pasukan Saya Sudah Menunggu, Malah Sudah Tanya Kapan dia Berangkat

Penyanderaan warga Negara Indonesia oleh Militan Abu Sayyaf untuk kedua kalinya membuat Pemerintah Indonesia tegas dalam menyikapi hal tesebut.

Jendral TNI Gatot Nurmantyo mengatakan (19/4), “Saya datang kesini ‘Tarakan’ adalah memenuhi instruksi Presiden Joko Widodo dalam menyikapi secara tegas tentang penyanderaan kedua terhadap WNI oleh Kelompok Militan Abu Sayyaf.”

Bersama dengan KSAU Marsekal TNI Agus Supriatna, KSAD Jenderal TNI Mulyono, Danjen Kopassus Mayjen TNI M. Herindra, Pangkostrad Letjen TNI Edy Rahmayadi, Dankorpaskhas Marsda TNI Adrian Watimmena, Dankormar Mayjen TNI (Mar) Buyung Lalana, dan Kapuspen TNI Mayjen TNI Tatang Sulaiman, Para Panglima TNI mengecek kesiapan pasukan AD, AU, AL dan Brimob yang tergabung dalam pasukan pemukul reaksi cepat, Tarakan Kalimantan Utara (18/4).

Panglima TNI mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo memberi instruksi agar TNI mempersiapkan pasukan untuk dapat dikerahkan setiap saat dan diwaktu genting sehubungan dengan penyanderaan WNI oleh Militan Abu Sayyaf. Maksud kedatangannya untuk menganalisa dan kesiapan pasukan elite di kota Tarakan.

Panglima TNI juga mengatakan, “Saya datang untuk mengecek kesiapan semua, saya tidak dapat jelaskan tempat dimana dan bentuk latihan seperti apa. Latihan ini hanya untuk prajurit agar terbentuk feels, sehingga suatu saat TNI disiapkan untuk berangkat, kita selalu siap.”

Jumlah pasukan yang dikerahkan berkisar ratusan, sesuai dengan fungsi dan profesionalisme masing-masing. Panglima TNI mengatakan, “Kalau mereka meminta bantuan kita, dengan puji syukur, saya langsung berangkatkan. Pasukan saya sudah menunggu saja, malah Sudah tanya kapan dia berangkat.”

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top