News

Panglima TNI Pensiun Pada Maret 2018, Itu Urusan Jokowi

Panglima TNI Pensiun Pada Maret 2018, Itu Urusan Jokowi

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo pada Maret 2018 akan pensiun. Di mata masyarakat kini, mantan Pangkostrad tersebut sedang di puncaknya. Pamornya naik bahkan namanya masuk di beberapa lembaga survei sebagai kandidat calon presiden maupun wapres.

Tapi, pemilu presiden yang masih 2019 atau setahun lebih. Itu artinya tidak menjamin nama Jenderal Gatot akan sebagus sekarang. Banyak yang memprediksi pamor mantan Kasad TNI itu akan turun bersamaan dengan meredupnya bintang empat dipundaknya setelah pensiun.

Seperti diungkapkan pengamat politik LIMA Ray Rangkuti. Ia mengakui saat ini popularitas Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo naik. Hal itu bisa terjadi karena dukungan Gatot terhadap sejumlah aksi unjuk rasa diantaranya 212. Selain itu juga pernyataan Gatot soal aktivis yang ditangkap gara-gara dugaan makar, isu kebangkitan komunisme hingga 5.000 senjata api ilegal.

“Tapi apa mungkin popularitas Gatot meningkat atau setidaknya bertahan setelah pensiun nantinya? Saya agak ragu,” ujar Ray.

Dari pengalaman empirik pascareformasi, setidaknya ada enam orang yang pensiun dari jabatan Panglima TNI. Mulai Laksamana TNI Widodo hingga Jenderal TNI Moeldoko. Popularitas mereka tinggi ketika bintang empat masih disandangnya. Tapi begitu pensiun, langsung redup.

“Semenjak reformasi, tidak ada cerita itu Panglima TNI naik menjadi tokoh politik nasional,” ujar Ray.

Berbicara soal jabatan Panglima TNI sebenarnya sudah bukan lagi soal karier militer semata tetapi lebih kepada kepentingan politik. Yang paling menentukan dan mampu mempertahankan agar popularitas seorang Panglima TNI bertahan adalah Presiden. Di Era Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono, Panglima TNI Jenderal Endriartoni Sutarto diperpanjang hingga dua kali.

Artinya jika Presiden Joko Widodo mau, bukan pekerjaan yang sulit. Presiden bisa memperpanjang masa jabatan Jenderal Gatot. Tapi bisa jadi menjadi bumerang bagi Presiden sendiri. Dengan popularitasnya, bukan tidak mungkin ada parpol yang mengusung dan menjadi lawan bagi Jokowi.

Tapi kalau Presiden membiarkan Jenderal Gatot pensiun, tak mudah untuk mendapatkan popularitasnya. Termasuk kalau langsung bergabung pada satu parpol yang ada. Jadi kalau bicara saat ini, posisi Jenderal Gatot sangat dipengaruhi oleh peran Presiden Jokowi

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top