News

Partai Demokrat Ke MA Antar Permohonan Gugatan AD/ART Kubu Moeldoko

Partai Demokrat Ke MA Antar Permohonan Gugatan AD/ART Kubu Moeldoko

Partai Demokrat siang ini akan mendatangi MA (Mahkamah Agung). Kedatangan Partai Demokrat (PD) ke MA itu adalah untuk mengajukan diri sebagai pihak tergugat intervensi dalam gugatan AD/ART yang sebelumnya diajukan oleh KLB Kubu Moeldoko.

“Pertama, ke MA, Mahkamah Agung, tak bertemu dengan tim Agung. Tetapi dengan resmi mengantar permohonan ini serta berkasnya dengan lengkap ke MA,” ucap kuasa hukum PD, Hamdan Zoelva di DPP PD, Jakarta Pusat, Senin (11/10/2021).

Hamdan menuturkan pengajuan tersebut dilakukan untuk memenuhi prinsip peradilan yang adil serta terbuka. Walaupun secara hukum permohonan uji meteril di MA tak mengenal pihak terkait. Ia mengatakan pengajuan terugagat invtervensi tersut sangat penting, karena objek yang dimohonkan untuk uji materil kubu Moeldoko yaitu AD/ART Partai Demokrat.

“Kenapa ini penting? Sebab, sebagai termohon intervensi atau pihak terkait, tak dikenal dalam hukum acara Mahkaham hukum. Sebab itu hal ini sangatlah penting, keterangan dari PD, maka kami antarkan permohonan tersebut dan berkas ke MA supaya betul-betul jadi perhatian kalau keterangan PD jadi sangat penting. Karena untuk tegaknya hukum yang adil dan demokrasi di RI,” kata Hamdan.

Lihat Juga: Kubu Moeldoko Gugat AD/ART, PD: Mereka Pakai Logika Mabuk!

Selain itu, eks Ketua MK (Mahkamah Konstitusi) itu juga menyampaikan kedatangan Partai Demokrat ke MA hanya untuk mengantar berkas pengajuan. Ia menekankan PD tak akan mengintervensi dan menyerahkan seluruh proses hukum tersebut kepada MA.

“Jadi hanya akan diterima tentunya bagian administrasi, hanya mengantar, tidak untuk bertemu dengan Hakim Agung. Sebab kami menyerahkan seluruhnya keputusan ke MA atas kewenangan yang dimiliki,” lanjutnya.

Sebelumnya, Demokrat menduka Yusril telah mengajukan uji materi ke MA soal AD/ART menggunakan pola piker Adolf Hitler. PD menduga Yusril memaksa kehendak negara pada organisasi sipil, utamanya partia politik.

“Setelah kami selidiki awal mula teori yang digunakan atau dipakai oleh Yusri Ihza di dalam pengajuan permohonan JR AD/ART ke MA. Maka diduga kuat pola piker ini dari cara piker totalitarian ala Hitler,” kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Benny K Harman dalam jumpa pers di DPP Partai Demokrat, Jakarta Pusat, Senin (11/10/2021).

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top