News

Partai Oposisi Jokowi kocar-kacir

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat

Pernyataan Fahri Hamzah selaku Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat bahwa Jokowi sebagai petahana merupakan calon yang paling berpeluang untuk kembali terpilih menjadi presiden secara perlahan mulai terbukti. Elektabilitas Jokowi, berdasarkan hasil survei CSIS (Centre Strategic and International Studies), meroket cukup signifikan dari tahun ke tahun.

CSIS mengklaim tingkat kepuasaan publik terhadap kinerja Jokowi tahun 2015 sebesar 50,6 persen. Pada 2016 naik menjadi 66,5 persen. Kemudian pada tahun ini naik menjadi 68,3 persen.

Sementara itu, partai oposisi terutama Gerindra tak habis-habis dirundung masalah internal yang akhir-kahir ini menjadi sorotan publik, antara lain:

1.Manuver politik Wakil Ketua Umum Gerindra, Arief Poyuono yang memuji kinerja Presiden Joko Widodo. Arief menilai pemerintahan Jokowi mulai menunjukkan arah kemajuan yang nyata dan mulai dirasakan masyarakat. Padahal selama ini Gerindra kerap melontarkan kritik keras terhadap kebijakan pemerintahan Jokowi-JK.

Arief yaitu ketika membandingkan prestasi era Jokowi dengan 10 tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan menyebut petani tidak lagi mengalami kesulitan mendapatkan pupuk, BBM dan gas 3 kg.

Apresiasi terhadap kinerja Jokowi tersebut diunggkapkannya setelah politisi Gerindra itu dipolisikan karena mengatakan “wajar PDIP disamakan dengan PKI” yang memancing emosi kader PDIP dan mengancam mempolisikan dia.

2. Kasus pembakaran 7 sekolah di Palangkaraya. Kader Gerindra Yansen Binti ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Atas kasus tersebut, Prabowo Subianto memerintahkan untuk memecat Yansen dari keanggotaan partai karena dianggap tidak mampu mempertahankan nama baik Gerindra.

3. Fadli Zon menandatangi surat permintaan Ketua DPR Setya Novanto (tersangka dalam kasus e-KTP) untuk menunda pemeriksaannya. Politisi Gerindra ini mengakui telah menandatangani surat yang dikirim untuk menunda pemeriksaan Novanto sampai ada putusan praperadilan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang diajukan ketua umum Partai Golkar itu.

Penandatangan surat tersebut menimbulkan guncangan politik di internal Gerindra. Ketua Fraksi Partai Gerindra Ahmad Muzani mengatakan bahwa partainya tidak pernah menginstruksikan Fadli menandatangani surat aspirasi Novanto itu.

4 Diciduknya ‎Indra J Piliang oleh tim Direktorat Reserses narkoba polda Metro ‎Jaya di tempat Karaoke dikawasan Jakarta Barat. Indra merupakan salah satu Tim Sukses pemenangan Anies-Sandi yang diusung Gerindra dan PKS pada Pilgub DKI kemarin.

Indra dan 2 pecandu lainnya dibekuk di Room Oval Diamond Karaoke Tamansari Jakarta Barat pada Rabu (13/9) pukul 19.30 WIB. Dari tangan ketiganya, petugas menyita barang bukti satu set alat hisap (bong), cangklong bekas pakai sabu, satu plastik bekas sabu dan satu korek api gas.

Gerindra-PKS retak di Pilkada Jabar?

Beredarnya isu retaknya koalisi Gerindra-PKS di Pilkada Jabar semakin santer dalam pemberitaan berbagai media massa. Pasalnya, Partai Gerindra justru mencabut dukungan kepada pasangan Deddy Mizwar – Ahmad Saikhu sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat.

Retaknya hubungan dua parpol oposisi pemerintah ini semakin menguat ketika Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Gerindra Jawa Barat, Mulyadi mengatakan bahwa koalisi yang terjalin antara pihaknya dengan PKS, belum menunjukkan progress yang mengembirakan. Sementara, waktu untuk mempersiapkan pasangan bakal calon sudah semakin dekat.

Bahkan, komunikasi atara dua parpol tersebut tersendat alias tidak ada pembahasan yang mengarah kerja sama yang bersifat sinergi antara Gerindra dan PKS.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top