News

Pasar dan Mall Ramai Pengunjung, Warga Mulai Cuek Covid-19

Pasar dan Mall Ramai Pengunjung, Warga Mulai Cuek Covid-19

Sebagian warga DKI Jakarta dan sekitarnya, agaknya sudah menganggap Covid-19 bukan horor lagi. Buktinya, dalam beberapa hari jalanan di Jakarta berangsur ramai, dan pusat perbelanjaan mulai padat. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan Pemprov DKI Jakarta, tampaknya mulai tidak diindahkan warga. Aturan agar tidak berkerumun dan tidak keluar rumah kalau tidak penting dan memakai masker saat ke luar rumah dianggap tidak ada artinya.

Beberapa hari menjelang Lebaran, masyarakat justru memenuhi pusat perbelanjaan untuk memenuhi kebutuhannya. Mereka ‘lupa’ kalau saat ini masih diberlakukan PSBB terkait dengan pandemi Covid-19.

Minggu (17/5/2020), sejumlah lokasi tampak ribuan pengunjung memadati sejumlah tempat bisnis seoerti Pasar Senen, Pasar Tanah Abang dan lainnya.

Di Pasar Senen Blok III, warga bukan hanya untuk membeli kebutuhan sehari-hari tapi juga memadati toko perlengkapan rumah tangga, hingga penjual kue kering. Pengunjung tampak berjubel, tanpa mengindahkan adanya larangan berkerumun atau  berkumpul lebih dari lima orang sesuai aturan PSBB.

Fatma (60), salah satu pengunjung di Pasar Senen Blok III mengaku nekat keluar rumah karena merasa jenuh dan bosan tinggal di rumah. Sehingga pergi ke pusat perbelanjaan sekalian belanja buat kebutuhan Lebaran.

“Kalau di rumah aja bosan. Jadi ya keluar rumah, sekalian belanja untuk kebutuhan Lebaran. Ya takut nggak takut sih,” ucap Fatma, warga Kwitang, Jakpus, saat ditemui di Pasar Senen Blok III.

Hal sama diungkapkan, Laksmi (47), dia membeli kue kering untuk stok lebaran. Dirinya tidak takut berkerumun di pasar, karena tetap menggunakan masker dan sering cuci tangan. “Ngak takutlah, kan kalau keluar selalu pakai masker dan sering cuci tangan,” ujarnya.

Rena, pengunjung lainnya, mengaku meski ke luar rumah untuk berbelanja, namun dirinya tetap menggunakan masker dan sarung tangan untuk menghindari kemungkinan terpapar Covid-19. “Gak apa-apa, pakai sarung tangan supaya steril aja. Kalau pakai masker kan sesuai arahan pemerintah,” katanya.

Kepadatan lainnya tampak di Pasar Tanah Abang. Pedagang Kaki-5 dan dan sejumlah kios di pinggir Jalan Kalibaru, tetap menjajakan dagangan. Ribuan pengunjung pun memadati area tersebut. Barang diserbu rata-rata baju Lebaran anak-anak dan gamis. Pengunjung seperti tak peduli dengan aturan PSBB.

PENGUNJUNG MALL

Keramaian juga terlihat di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Central Park, Jakarta Barat. Meskipun begitu, mereka tidak tampak menumpuk dan berdesakan. Antrean menuju kasir juga tidak mengular, tiap kasir terlihat panjang antrean hanya berkisar 7-8 orang.

Pengunjung juga tertib dan memperhatikan jarak dengan pembeli lainnya saat sedang memilih barang belanjaan. Bahkan beberapa pembeli tampak menggunakan sarung tangan plastik dan masker.

Di jalan-jalan, lalu lintas kini juga tampak mulai padat, bahkan di beberapa titik terjadi kemacetan. Keramaian terpantau di sepanjang Jalan Kerja Bakri, dan Jalan Raya Halim Perdana Kusuma, Makasar, Jakarta Timur. Ratusan motor terlihat lalu lalang yang dikendarai keluarga untuk jalan-jalan sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Dini (37), warga mengatakan kondisi ini terjadi karena tidak jelasnya peraturan. Di satu sisi dilarang namun di sisi lain diperbolehkan. “Orang mudik diperbolehkan, masa kita yang mutar-mutar kampung nggak boleh,” ucapnya.

Seharusnya, kalau memang peraturan yang dibuatnya itu jelas, pastinya banyak masyarakat lebih memilih di dalam rumah. Hal itu seperti yang terjadi pada penerapan PSBB di awal-awal waktu itu.

“Cuma sekarang ini menterinya bilang apa, gubernur bilang apa, nggak ada yang jelas semuanya, kami sebagai masyarakat jadi kebingungan,” tukas dia.

2 Comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top