News

PDIP: Kalau Ganjar Pengin Ikuti Langkah Rustriningsih, Monggo!

PDIP: Kalau Ganjar Pengin Ikuti Langkah Rustriningsih, Monggo!

Polemik antara Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Ketua DPP PDIP Puan Maharani masih belum mereda. Terbaru, PDIP mempersilakan Ganjar mengikuti jejak mantan kadernya Rustriningsih yang keluar dari partai lantaran tidak mendapatkan restu maju menjadi Gubernur Tengah pada 2013 lalu.

Ini disampaikan oleh Ketua Badan Pemenangan Pemilu PDIP Bambang Wuriyanto alias Bambang Pacul. Dia mulanya berbicara soal posisi Ganjar saat ini yang menduduki kursi Gubernur Jawa Tengah.

“Saya orang Jawa, Ganjar Jawa. Kultur Jawa itu kalau diberi tugas sama komandannya, komandannya kan ibu Megawati Soekarnoputri. Jadi, mas Ganjar ini diberi tugas untuk menjadi Gubernur Jawa Tengah, kepala daerah Jawa Tengah. Tugasnya kan di sana,” kata Bambang Pacul, Selasa (25/5/2021).

Bambang Pacul sebenarnya tidak mempersoalkan keinginan Ganjar maju menjadi calon presiden di tahun 2024 mendatang. Sebab, kata dia, keinginan seseorang tidak bisa dicegah.

“Sekarang saya tanya sama dikau, pak Ganjar kalau mau jadi presiden boleh nggak? Jawabannya pasti boleh. Wong pengin, hati dan rasa itu tidak bisa dipenjara. Rasa itu tidak bisa dipenjara, itu kata para pemimpin kita dahulu. Jadi kalau pengin, boleh,” tegasnya.

Namun, Bambang Pacul menegaskan kewenangan siapa kader PDIP yang akan menjadi calon presiden ada di tangan Megawati Soekarnoputri. Bambang Pacul meminta Ganjar memahami hal itu.

“Jadi, kalau pengin boleh. Tetapi ada wilayah yang kita mesti hati-hati. Kalau wilayah pengin jadi calon presiden itu wewenangnya Bu Ketum,” imbuhnya.

Bambang Pacul Persilakan Ganjar Ikuti Jejak Rustriningsih

Bambang Pacul kemudian mempersilakan Ganjar Pranowo mengikuti jejak mantan kader PDIP Rustriningsih. Untuk diketahui, Rustriningsih adalah mantan Bupati Kebumen yang ingin maju menjadi Gubernur Jawa Tengah pada tahun 2013 lalu.

Namun, langkah Rustriningsih terkendala restu dari Megawati selaku Ketua Umum PDIP. Mantan Bupati Kebumen itu kemudian membelot mendukung pasangan capres dan cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa di tahun 2014. Padahal, PDIP saat itu mengusung Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla.

“Beginilah, bahwa bu Rustri itu kader PDIP, itu srikandinya ibu Megawati Soekarnoputri. Ibu statement seperti itu di Jawa Tengah, ‘ini Srikandiku’. Tapi ketika Bu Rustri pindah partai lain, ibu marah nggak? Nggak ada. Boleh nggak? Ya monggo, kalau orangnya (Ganjar) mau, monggo. Sudah banyak kok, banyak contoh itu di Jawa Tengah semua orang tahu ibu Rustriningsih,” tegas Bambang Pacul.

Kendati begitu, Bambang Pacul menyadari dirinya tidak berhak berbicara soal capres dan cawapres yang akan diusung PDIP di tahun 2024 mendatang. Dia kembali menekankan kewenangan itu ada di tangan Megawati.

“Kalau aku menegaskan Ganjar itu dilempat ke partai lain monggo, itu aku salah. Salah makan obat aku. Yang berhak statement itu ibu Ketua Umum karena kewenangan wilayah presiden itu (ada di) ibu Ketua Umum Megawati,” sambungnya.

Apa Kata Ganjar Pranowo?

Lalu, apa kata Ganjar Pranowo terkait polemik dirinya dengan Puan Maharani? Sejauh ini, Gubernur Jawa Tengah itu belum mau terang-terangan menjelaskan polemik itu. Dia hanya menegaskan saat ini tugasnya adalah bekerja.

“Terkait itu, tugas saya satu, bekerja saja,” jawab singkat Ganjar, Selasa (25/5/2021).

Ganjar menekankan dirinya akan fokus menjalankan tugasnya sebagai Gubernur Jawa Tengah. Persoalan meredakan panasnya polemik, Ganjar menyerahkan hal itu kepada Megawati selaku Ketua Umum PDIP.

“Saya harus melaksanakan tugas saya dengan baik. Untuk urusan yang seperti itu (meredakan polemik), itu Ketua Umum,” tambahnya.

To Top