News

PDIP Semprot Pemprov DKI Soal Atap Warna-warni di Jaksel

PDIP Semprot Pemprov DKI Soal Atap Warna-warni di Jaksel

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memamerkan keindahan atap warna-warni di kawasan flyover tapal kuda, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Pemprov DKI memamerkan hasil pengecatan yang sudah rampung itu melalui akun Instagram @dkijakarta, Sabtu (16/1/2021).

“Selamat siang, dari kawasan jalan layang tapal kuda, Lenteng Agung, Jakarta Selatan! Sejak 2 Desember 2020 lalu, permukiman warga di sekitar kawasan ini dipercantik, dengan pengecatan tematik menggunakan cat warna-warni, melibatkan 218 rumah warga di wilayah RW 01, 02, 03 dan 05,” tulis akun @dkijakarta di Instagram.

Pemprov DKI menyebut program beautifikasi tersebut merupakan hasil kolaborasi beberapa pihak. Tak lupa, warga setempat juga dilibatkan dalam pengecatan atap warna-warni itu.

“Program beautifikasi yang kini telah rampung ini adalah hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta, Dewan Kesenian Jakarta yang membuat desain, perusahaan produksi cat dan warga,” lanjut akun resmi Pemprov DKI itu.

PDIP Semprot Program Beautifikasi Atap Warna-Warni di Jaksel

Anggota fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Jhonny Simanjuntak ‘menyemprot’ Pemprov DKI yang memamerkan hasil program beautifikasi atap warna-warni di kawasal flyover tapal kuda, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Jhonny menyebut apa yang dilakukan Pemprov DKI tidak penting.

Politikus PDIP itu pun mempertanyakan urgensi dari program beautifikasi tersebut.

“Hal tersebut kan sebenarnya tidak begitu pentinglah ya. Urgensinya juga saya pikir untuk apa?” kata Jhonny.

Jhonny menyebut ada hal lain yang lebih penting ketimbang memamerkan program beautifikasi di Jakarta Selatan itu. Hal penting yang dimaksud dia adalah menumbuhkan kesadaran bagi masyarakat agar senantiasa patuh terhadap PSBB yang tengah diterapkan oleh Pemprov DKI guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

“Ada hal yang lebih penting yang perlu dilakukan oleh Pemprov (DKI). Bagaimana menggerakkan masyarakat tanpa terlalu mengandalkan yang namanya aturan-aturan, bahwa yang namanya PSBB itu penting tetapi alangkah lebih bagusnya lagi tumbuh di kalangan masyarakat peduli,” tambah Jhonny.

PAN Juga Mengingatkan Soal Penanganan Covid-19

Di sisi lain, Penasihat Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta, Zita Anggraini juga mengingatkan Pemprov DKI terkait penanganan Covid-19. Menurutnya, berkreasi sebagaimana program beautifikasi atap warna-warni di Jakarta Selatan itu boleh dilakukan, namun penanganan Covid-19 tetap harus menjadi program prioritas.

“Berkreasi boleh saja, penting bahkan. Tapi juga jangan lupakan hal-hal prioritas seperti penanganan kesehatan di Ibu Kota. Jangan lupa ada hal yang lebih penting dan di depan mat. Bagaimana layanan kesehatan DKI harus bisa ditingkatkan,” ucap Zita.

Zita kemudian menyoroti pelayanan di puskesmas DKI Jakarta yang justru hanya ‘mendiamkan’ pasien Covid-19 dan memintanya untuk melakukan isolasi mandiri. Menurutnya, tindakan itu kurang tepat dilakukan dan seharusnya Pemprov DKI menyediakan tempat untuk isolasi mandiri bagi pasien Covid-19.

Lebih lanjut, politikus PAN itu menyayangkan pasien-pasien Covid-19 masih banyak yang bepergian karena tidak terpantau.

“Sekarang kalau lapor ke puskesmas karena Covid-19, banyakan sekali yang didiamkan atau diminta isolasi di rumah. Padahal sudah menjadi komitmen Pemprov (DKI) untuk menyediakan layanan isolasi. Alhasil, pasien-pasien Covid-19 tersebut tidak termonitor dan malah berkeliaran di lingkungan,” sambungnya.

Diketahui, sebelumnya program beautifikasi atap warna-warni di Jakarta Selatan ini sempat disoroti oleh para anggota DPRD DKI. Salah satunya Wakil Ketua Fraksi PDIP, Pandapotan Sinaga.

Sama seperti rekannya Jhonny Simanjuntak, Pandapotan saat itu mempertanyakan urgensi dari program beautifikasi tersebut. Mengingat, saat itu, DKI Jakarta juga menerapkan PSBB yang seharusnya menjadi perhatian utama.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top