News

Pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu Dikritik Sana-sini

Pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu Dikritik Sana-sini

Beberapa ketua umum partai membentuk Koalisi Indonesia Bersatu untuk menyikapi Pemilu 2024. Pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu ini mendapatkan kritik dari beberapa pihak.

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera mengkritik dua ketua umum partai pembentuk Koalisi Indonesia Bersatu yang saat ini menduduki kursi menteri agar fokus bekerja. Namun, mulanya Mardani sepakat pembentukan koalisi bagus bagi demokrasi.

“Pembentukan koalisi dini bagus bagi demokrasi. Karena, jika sudah jelas petanya, akan fokus ke kontestasi karya dan gagasan. Tidak diskusi kosong dan sebatas figur,” kata Mardani, Jumat (13/5/2022).

Namun, anggota Komisi II DPR RI Fraksi PKS itu menyoroti dua ketua umum partai pembentuk Koalisi Indonesia Bersatu yang menjahabat sebagai menteri di Kabinet Indonesia Maju. Dia menyarankan agar mereka memberikan penjelasan ke publik.

“Tapi dilakukan oleh para menteri yang sudah diperingatkan untuk fokus itu masalah. Bagus para menteri beri penjelasan pada publik,” tegasnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang mengingatkan para menterinya fokus bekerja. Jokowi ingin agenda strategis nasional yang prioritas terlaksana dengan baik.

“Tahapan Pemilu 2024, yang sudah akan mulai pertengah tahun ini, saya juga meminta menteri, kepala lembaga agar fokus betul-betul bekerja di tugasnya masing-masing. Agar agenda strategis nasional yang jadi prioritas kita bersama bisa dipastikan terselenggara dengan baik, pemilu terselenggara dengan baik, lancar dan tanpa gangguan,” kata Jokowi, belum lama ini.

Fahri Minta Koalisi Indonesia Bersatu Dihentikan

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah juga mengkritik pembentukan Koalisi Indonesia Bersatu. Dia menyebut pembentukan koalisi tersebut ‘ujug-ujug’ dan harus dihentikan.

“’Koalisi ujug-ujug’ harus dihentikan di republik ini! Tidak sehat bagi presidensialisme kita membiarkan ‘koalisi ujug-ujug’ tidak ada ujung, tidak ada pangkal, bagaimana dia dimulai, begitu pula dia berakhir,” kata Fahri, Jumat (13/5/2022).

Fahri menyebut dalam peraturan, hanya disebutkan perihal gabungan partai politik dan pengusung partai politik. Dia menambahkan koalisi tidak dikenal dalam sistem presidensialisme.

“Terminologi koalisi tidak dikenal dalam presidensialisme. Koalisi adalah terminology dalam parlementerisme. Itu sebabnya sulit mencari di mana letak koalisi dalam sistem kita. Dalam UUD hanya disebut soal pengusung partai politik dan gabungan partai politik,” terang dia.

Fahri menegaskan pihaknya tidak setuju dengan koalisi materiil. Dia melanjutkan pihaknya ingin memperkuat identitas presidensialisme.

“Kami tidak setuju kalau politik berubah menjadi koalisi materiil. Tetapi, kamu mau memperkuat indentitas presidensialisme dengan mengedepankan konsep dan ideologi partai yang diwakili dan juru bicara secara tegas oleh presiden atau calon presidennya,” tegas Fahri.

“Sebenarnya Partai Gelora sedang memperjuangkan agar setiap partai muncul dengan identitasnya yang kuat. Itu sebabnya, sebaiknya dia punya juru bicara dan calon presiden yang bisa menyampaikan pesan yang berbeda kepada masyarakat tentang siapa mereka dan apa warna mereka,” sambungnya.

Siapa Pembentuk Koalisi Indonesia Bersatu?

Untuk diketahui, Koalisi Indonesia Bersatu dibentuk oleh tiga ketua umum partai, yakni Ketua Umum Golkar Airlangga Hartanto, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dan Ketua Umum PPP Suharso. Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily menyebut pembentukan koalisi tersebut merupakan langkah awal menyikapi Pemilu 2024.

“Komitmen kerja sama tiga partai politik, yaitu Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) merupakan langkah awal bagi terbangunnya koalisi bersama partai politik menjelang Pemilu 2024,” terang Ace, Jumat (13/5/2022).

Ace menuturkan Golkar, PAN dan PPP memiliki pengalaman dalam pemerintahan dan dinamika politik yang terjadi. Ketiga partai itu, lanjut dia, sepakat membentuk Koalisi Indonesia Bersatu.

“Ketiga partai politik telah memiliki pengalaman dalam pemerintah dan dalam dinamika politik bangsa. Dengan visi partai yang dimilikinya dan berbagai pengalaman politik, kesemuanya bersepakat untuk menyatu diri membangun koalisi yang disebut Koalisi Indonesia Bersatu,” paparnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top