News

Pemerintah Siap Dikritik Keras, PKB: Buzzer Kurang Ajar Harus Ditindak Dulu!

Pemerintah Siap Dikritik Keras, PKB: Buzzer Kurang Ajar Harus Ditindak Dulu!

Anggota Komisi I DPR Fraksi PKB Syaiful Bahri Anshori merespons pernyataan Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang menyebut pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) siap menerima kritikan pedas dan keras sekalipun. Syaiful meminta pemerintah terlebih dahulu menindak buzzer yang membuat orang takut mengkritik Jokowi.

Buzzer-buzzer yang kurang ajar itu harus diselesaikan dulu gitu loh. Ini terus terang, orang-orang sipil ini merasa takut,” kata Syaiful, Rabu (10/2/2021).

Syaiful mengatakan orang menjadi takut mengkritik Jokowi lantaran akan dianggap sebagai sosok yang ingin menjatuhkan pemerintahan. Oleh karenanya, politikus PKB itu meminta hal yang berkaitan dengan buzzer segera diselesaikan.

“Ada orang yang kritik pak Jokowi dianggapnya menjatuhkan pemerintahan. Itu harus diselesaikan dulu hal-hal yang seperti itu,” lanjutnya.

Demokrat: Pernyataan Kosong!

Di sisi lain, Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Demokrat Rachland Nashidik menyebut pernyataan Pramono yang menyebut pemerintah siap dikritik merupakan pernyataan ‘kosong’. Rachland menilai pemerintahan di bawah kepemimpinan Jokowi saat ini anti kritik.

“Malas jawabnya. Kita tahu itu pernyataan kosong! Kita semua bisa dengan mudah menemukan banyak bukti bahwa ini adalah pemerintah yang anti kritik. Saking banyaknya bukti-bukti itu sampai kita semua menganggapnya biasa,” kata Rachland, Rabu (10/2/2021).

Rachland sebenarnya tidak mempermasalahkan keberadaan buzzer. Namun, dia akan mempermasalahkan jika buzzer tersebut mendapatkan ‘bekal’ dari negara.

“Buzzer sebenarnya istilah yang netral saja. Yang jadi soal adalah jika buzzer diselenggarakan oleh alat negara, dilengkapi peralatan sadap dan beroperasi dengan duit dari pajak rakyat, termasuk untuk menginteli hidup pribadi oposisi dan mengeksposnya di publik,” tegasnya.

“Kita semau tahu bahwa di masa pemerintahan ini, anggapan tentang buzzer itu hidup di alam pikiran publik, meski sulit membuktikannya,” tambahnya.

PAN: Jangan Sampai Kritik Berujung Krimininalisasi!

Ketua DPP PAN Saleh Partaonan menyambut baik pernyataan Sekretaris Kabinet Pramono Anung yang menyebut pemerintah siap menerima kritik sekalipun pedas dank eras. Menurut Saleh, pihak yang mau menerima kritikan telah menunjukkan sikap dewasa dalam berpolitik.

“Menurut saya sangat baik. Menerima (kritik) itu sikap yang menunjukkan kedewasaan dalam berpolitik terutama dalam berdemokrasi. Jadi itu dilindungi oleh UU. Kritik yang disampaikan pemerintah itu bisa dijawab dengan baik. Jadi mereka punya hak jawab juga,” kata Saleh, Rabu (10/2/2021).

Saleh lantas menyoroti kritikan yang berujung pada tindakan kriminalisasi. Dia menegaskan hal itu tidak boleh terjadi karena melanggar hak kebebasan untuk menyampaikan pendapat.

“Saya berharap jangan sampai kritik yang disampaikan berujung pada kriminalisasi. Itu melanggar konstitusi dan melanggar hak-hak kebebasan berpendapat,” sambungnya.

Perihal buzzer, politikus PAN itu meminta aparat kepolisian memantau pergerakannya. Dia mengatakan buzzer yang membuat ‘onar’ harus diproses hukum.

“Buzzer itu kan diatur UU ITE. Ketika buzzer melampaui batas dan menimbulkan persengketaan di masyarakarat, tentu pemerintah dalah hal ini kepolisian bisa memproses mereka. Kita meminta aparat penegak hukum untuk memantau pergerakan buzzer-buzzer yang mendatangkan kerusuhan, keributan dan itu layak ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Pemerintah Siap Dikritik dengan Pedas dan Keras

Diketahui, Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan pemerintahan Presiden Jokowi siap menampung berbagai kritikan sekalipun pedas dan keras. Menurutnya, kritikan dapat menjadikan pemerintah lebih terarah dan benar dalam menentukan suatu kebijakan.

“Kita memerlukan kritik yang terbuka, kritik yang pedas, kritik yang keras. Dengan kritik itulah pemerintah akan membangun lebih terarah dan lebih benar,” ucap Pramono, Selasa (9/2/2021).

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top