News

Penculikan Aktivis 1998 dan Keterlibatan Prabowo

Prabowo-Subianto-98

Jenderal TNI (purn) Agum Gumelar menghebohkan media sosial dengan ucapannya yang beredar lewat sebuah video baru-baru ini. Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Joko Widodo ini membeberkan kesalahan calon presiden Prabowo Subianto sebagai pelaku pelanggaran HAM berat.

Dalam video tersebut, Agum Gumelar mengatakan bahwa sebelum Prabowo disidang, Dewan Anggota Kehormatan (DKP) telah menyelidiki perkara itu terlebih dulu. Agum adalah anggota DKP bersama Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang kini mendukung Prabowo sebagai capres.

“Tugasnya adalah memeriksa kasus ini, menyelidiki kasus. Kasus pelanggaran HAM berat. Berjalanlah DKP, bekerjalah DKP, sebulan lebih memeriksa yang namanya Prabowo Subianto, periksa. Dari hasil pemeriksaan mendalam, ternyata didapat fakta bukti yang nyata bahwa dia melakukan pelanggaran HAM yang berat,” beber Agum.

“Tim Mawar yang melakukan penculikan itu, bekas anak buah saya semua, dong. Saya juga pendekatan dari hati ke hati kepada mereka, di luar kerja DKP. Karena mereka bekas anak buah saya, dong. Di sinilah saya tahu bagaimana matinya orang-orang itu, di mana dibuangnya, saya tahu betul,” lanjutnya

Kasus penculikan dialami puluhan aktivis pro-demokrasi sekitar tahun 1997/1998. Satu orang ditemukan tewas, sembilan orang dibebaskan setelah disiksa, dan 13 orang lainnya hingga kini masih hilang.

Dewan Kehormatan Perwira (DKP) yang dibentuk Tentara Nasional Indonesia pada 1999 untuk menyelidiki kasus itu, berakhir dengan pemecatan Prabowo Subianto dari kesatuan TNI. Prabowo dalam laporan DKP dipastikan mengetahui persis operasi penculikan yang dilakukan oleh anggota Kopassus yang tergabung dalam Tim Mawar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top