News

Pendiri PAN Sentil Baliho AHY, PD: Bukan untuk Pilpres

Pendiri PAN Sentil Baliho AHY, PD: Bukan untuk Pilpres

Pendiri PAN Abdillah Toha menyentil sejumlah baliho petinggi partai politik yang bertebaran di sejumlah daerah, termasuk baliho Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Abdillah Toha menilai pemasangan baliho di tengah pandemi kurang pantas, apalagi Pilpres masih lama.

“Halo Puan, Erlangga (Airlangga), Muhaimin, AHY, apa tidak rishi dan malu memajang gambar diri besar-besar di sekujur Indonesia bersaing untuk Pilpres yang masih 3 tahun lagi, ketika rakayt sedang bergulat atasi pandemi dan kehidupan sehari-hari?” ujar Abdillah Toha.

Abdillah Toha kemudian mempertanyakan uang untuk pemasangan baliho itu digunakan untuk membantu rakyat terdampak ekonominya di masa sulit ini.

“Kenapa tak gunakan uang baliho itu untuk bantu rakyat saja?” imbuhnya.

PD: Baliho AHY Bukan untuk Pilpres

Menanggapi sentilan dari pendiri PAN, Kepala Bamkostra PD Herzaky Mahendra Putra menegaskan baliho AHY yang dipasang di beberapa daerah tidak ditujukan untuk kepentingan Pilpres. Herzaky menyebut kritik Abdillah Toha salah alamat.

“Dengan segala hormat, kami sangat mengapresiasi setiap masukan dan kritikan yang masuk kepada kami. Tentunya setiap masukan dan kritik menjadi sumber inspirasi dan dorongan bagi kami. Untuk, terus meningkatkan kontribusi kami dalam menyuarakan aspirasi dan memperjuangkan harapan rakyat. Hanya, untuk kali ini, kritik bapak Abdillah Toha salah alamat kalau ditujukan ke ketum kami, mas AHY,” kata Herzaky, Kamis (5/8/2021).

Herzaky mengatakan pemasangan baliho AHY di sejumlah daerah bertujuan untuk melawan begal politik. Secara spesifik, dia menyebutkan pemasangan baliho itu digunakan untuk merespons konflik kubu Moeldoko, beberapa waktu lalu.

“Pertama, Ketum AHY tidak ada pasang-pasang baliho sejak lama. Kedua, baliho yang masih ada saat ini bukan karena Pilpres, tapi karena melawan begal politik KSP-nya bapak Presiden Joko Widodo, yaitu Moeldoko cs yang mengaku-aku Ketum Partai Demokrat secara ilegal,” tegas dia.

Herzaky kembali menekankan pemasangan baliho AHY merupakan wujud perlawanan Partai Demokrat terhadap Moeldoko cs. Menurut dia, adalah hal wajar Partai Demokrat mempertahankan kedaulatannya dari ‘perebutan’ pimpinan oleh Moeldoko cs.

“Ketiga, isi baliho juga tegaskan Partai Demokrat konsisten sebagai partai nasionalis religious. Karena, sempat difitnah KSP Moeldoko cs disusupi aliran radikal. Keempat, baliho itu dibuat oleh kader-kader yang meminta desain ke pusat sebagai bentuk perlawanan mereka ke Moeldoko cs,” terang Herzaky.

“Kalau kami mempertahankan kedaulatan dan kehormatan kami dari pelaku begal politik Moeldoko cs, apakah tidak boleh?” sambungnya.

Herzaky Tegaskan PD Fokus Membantu Rakyat

Lebih lanjut, Herzaky meminta Abdillah Toha memberikan saran kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menegur Moeldoko yang (dinilai) berusaha mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat. Herzaky menegakan kader-kader Demokrat saat ini tengah fokus membantu rakyat yang terdampak pandemi Covid-19.

“Lebih baik pak Abdillah Toha memberikan saran kepada bapak Presiden tercinta. Untuk menegur bawahannya yang mencoba merebut paksa Partai Demokrat di kala pandemi, di saat kader-kader kami di seluruh Indonesia sedang fokus membantu korban bencana dan korban pandemi,” ungkap Herzaky.

Herzaky menyebut fokus PD membantu rakyat yang terdampak pandemi menjadi terganggu akibat ‘ulah’ Moeldoko cs, beberapa waktu lalu. Menurut dia, penyampaikan saran kepada Jokowi akan lebih bermanfaat daripada menyampaikan kritik ‘unfaedah’.

“Jadi, konsentrasi kader kami membantu rakyat, mesti terganggu beberapa bulan akibat gangguan begal politik KSP Moeldoko cs. Mungkin kritik itu lebih substansiao dan bermanfaat. Bukan jadi kritik unfaedah,” tegas petinggi Partai Demokrat itu.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top