News

Pengamat ke Moeldoko: Jangan Buat Panas Situasi!

Pengamat ke Moeldoko: Jangan Buat Panas Situasi!

Kepala Staf Presiden Moeldoko menggaungkan istilah ‘lalat politik’ dalam pernyataannya terkait penanganan pandemi Covid-19. Moeldoko berharap semua pihak tidak mengganggu konsentrasi penanganan pandemi.

Menanggapi hal itu, pengamat politik Hendri Satrio menilai pernyataan Moeldoko tidak elok disampaikan di tengah masa sulit ini. Hendri menyebut pemerintah membutuhkan masukan kritis dari masyarakat.

“Menurut saya, nggak pantas apa yang dikatakan Moeldoko. Hari ini pemerintah perlu masukan kritis dari masyarakat,” kata Hendri, Minggu (11/7/2021).

“Semua harga-harga naik yang ada kaitannya dengan kesehatan. Obat sulit didapat, vitamin sulit didapat, kalau pun ada harganya melambung tinggi. Dan, kemudian yang paling menyesakkan dari komentar Moeldoko itu. Dia berlindung dari kerja keras tenaga kesehatan, dokter, perawat dan lain-lain. Seolah-olah masyarakat tidak menghargai kerja keras mereka,” sambung dia.

Hendri kemudian mengingatkan Moeldoko agar tidak mengompori situasi saat ini. Dia menyarankan Kepala Staf Presiden itu mencontoh komunikasi humble yang dibangun oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Moeldoko kan pejabat, ya jaga omongannya. Jangan tambah panas situasi, bicara tentang lalat politik pada saat masyarakat sedang sulit dan berusaha keras untuk hidup. Saran saya ke Moeldoko, contoh itu pak Jokowi. Komunikasinya humble dan menerima setiap masukan kritis dari masyarakat,” tegasnya.

PD Respons Keras Pernyataan Moeldoko

Di sisi lain, Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat (PD) Herzaky Mahendra Putra juga merespons keras pernyataan Moeldoko yang menggaungkan istilah lalat politik. Herzaky meminta pihak Istana instrospeksi diri.

“Lalat itu berkerumun di tumpukan sampah dan bangkai. Jadi, kalau benar ada lalat politik, Istana perlu instrospeksi diri. Siapa yang menjadi sampah dan bangkai di lingkungan Istana sehingga mengundang datangnya lalat politik?” kata Herzaky, Minggu (11/07/2021).

Herzaky juga menyarankan Moeldoko bersih-bersih lalat politik di lingkungan Istana (jika ada). Hal ini, lanjut dia, agar Jokowi tidak dikelilingi oleh orang yang menjadi lalat politik.

“Kasihan bapak Jokowi kalau ada orang di sekelilingnya yang malah menjadi lalat politik atau tumpukan sampah politik. Mungkin Moeldoko selaku KSP bisa bantu bapak Presiden untuk bersih-bersih sampah politik, bangkai politik dan lalat politik di sekitar Istana, jika memang ada lalat politik sesuai dengan statement-nya sendiri,” imbuhnya.

Menyoal Lalat Politik

Sebelumnya Kepala Staf Presiden Moeldoko menyuarakan istilah lalat politik saat menyampaikan pernyataan terkait penanganan Covid-19. Moeldoko mulanya menegaskan pemerintah tidak antikritik.

“Pemerintah tidak antikritik. Namun untuk saat ini marilah sertai kritikan dengan solusi. Bantu kami berpikir dan bantu kami menyelamatkan masyarakat. Mari kita sama-sama bergerak untuk pemulihan bersama,” kata Moeldoko.

Moeldoko lantas memperingatkan semua pihak untuk tidak menjadi lalat-lalat politik yang mengganggu penanganan pandemi. Dia menegaskan saat ini para tenaga kesehatan hingga ASN berjuang keras untuk mengatasi masa sulit ini.

“Saya mengingatkan semua pihak, janganlah menjadi lalat-lalat politik yang justru mengganggu konsentrasi. Konsentrasi siapa? Mereka-merea yang saat ini bekerja keras. Bahkan mempertaruhkan hidup dan mati. Para tenaga medis dan para ASN saat ini bekerja keras untuk kita semua,” ungkapnya.

Moeldoko mengatakan kunci pemulihan dari pandemi adalah ketaatan masyarakat terhadap kebijakan PPKM Darurat. Dia menegaskan Indonesia bisa pulih dari pandemi karena kita semua.

“Maka saya mengajak masyarakat untuk taat betul PPKM Darurat, harus taat betul. Indonesia pulih karena saya, Indonesia pulih karena kamu dan Indonesia pulih karena kita,” imbuhnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top