News

Pengumuman! 2 Hari Libur Digeser-Cuti Bersama Dihapus

Revisi Hari Libur Nasional 2021

Jadwal cuti bersama dan libur nasional 2021 kembali dirubah, setidaknya ada dua hari libur nasional yang ubah. Sementara itu, cuti bersama Hari Raya Natal pada 24 Desember juga dihapus. Keputusan itu telah disampaikan oleh Menko PMK Muhadjir Effenddy pada Jumat (18/6/2021).

“Pemerintah memutuskan untuk merevisi 2 hari libu nasional dan menghapus 1 hari libur cuti bersama,” tutur Muhadjir.

Dalam keputusan itu, ada 2 har libur nasional yang direvisi, yaitu libur Tahun Baru Islam dan Maulid Nabi Muhammad SAW, dengan rincian:

  1. Libur Tahun Baru Islam 1443 H yang awalnya jatuh pada Selasa, 10 Agustus 2021, direvisi jadi Rabu, 11 Agustus 2021
  2. Libur Maulid Nabi Muhammad SAW yang awalnya hari Selasa, 19 Oktober 2021, direvisi jadi Rabu, 20 Oktober 2021

ASN Dilarang Ambil Cuti ‘Hari Kejepit’

Hari libur nasional mengalami perubahan karena pandemic COVID-19 yang belum juga usai, Menteri PAN-RB Tjahjo Kumolo mengumumkan ASN atau PNS dilaran mengambil cuti saat ‘hari kejepit’.

“Kami memutuskan kalau demi kepentingan dalam hal pandemic COVID-19 ini, bahwa hak cuti ASN untuk sementara dihapus,” ujar Tjahjo dalam jumpa pers bersama, Jumat (18/6/2021).

Lihat Juga: Revisi Hari Libur Nasional 2021

Sementara untuk hari kerja Senin, 9 Agustus 2021 yang terjepit hari libur, Tjahjo mengimbau agar AS tak mengambil cuti pada hari tersebut.

“Jangan sampai Sabtu libur, hari besar keagamaan Selasa libur, kemudian nanti seluruh ASN meminta cuti hari Senin. Nah ini tidak boleh,” kata Tjahjo.

“Cuti di hari lainnya saja,” sambungnya.

Sementara untuk libur Idul Adha yang sebentar lagi tiba tetap ada, PP Muhammadiyah pun menyetujui kebijakan pemerintah tersebut. Sebab jika ditiadakan bakal mempersulit ibadah Hari Raya Idul Adha.

“Libur Idul Adha tetap. Bakal jadi masalah kalau dihapus sebab terkait dengan pelaksanaan sholat Idul Adha,” tutur Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Jumat (18/6/2021).

Selain itu Abdul Mu’ti juga menekankan agar sholat Idul Adha dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Apabila dinilai tak memungkinkan sholat Idul Adha di area terbuka, ia menyarankan agar melaksanakannya di rumah masing-masing.

To Top