News

Penurunan Harga BBM, Ini Daftar Harga Pertalite Hingga Pertamax Per 6 Oktober

Penurunan Harga BBM

Harga minyak mentah dunia dalam minggu-minggu belakangan ini cenderung dalam tren penurunan. Dibandingkan harga minyak pada bulan sebelumnya, harga minyak mentah dunia di pasar internasional sudah berada di level US$ 80-an per barel. Situasi ini kemungkinan berimbas pada turunnya harga BBM.

Turunnya harga minyak mentah dunia itu ikut mendorong turunnya harga BBM di Indonesia, khususnya BBM sejenis RON 92 atau Pertamax Cs. Lalu, apakah harga BBM jenis Pertalite akan ikut turun?

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tutuka Ariadji menyatakan, bahwa harga BBM Pertalite bisa saja turun, asalkan harga minyak mentah dunia itu mengalami penurunan yang drastis.

“Pertalite itu kan harganya memang subsidi dan di bawah harga keekonomian, masih jauh dari harga keekonomiannya. Kalau harga minyak turun banget bisa aja (harga Pertalite turun),” jelas Tutuka dalam Rapat Kerja Nasional Kebijakan Satu Peta di Jakarta, Selasa (4/10/2022).

Harga rata-rata minyak mentah Indonesia (ICP) pada bulan September 2022 ditetapkan sebesar US$ 86,07 per barel, turun sebesar US$ 8,10 per barel dari US$ 94,17 per barel pada bulan Agustus 2022. Harga tersebut ditetapkan berdasarkan perhitungan Formula ICP.

Penetapan ini tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 140.K/MG.03/DJM/2022 tentang Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan September 2022 tanggal 3 Oktober 2022.

Sebelumnya, dikutip dari CNBC Pengamat Ekonomi dan Energi dari Universitas Gajah Mada (UGM), Fahmy Radhi menyebutkan bahwa, nilai subsidi pemerintah membengkak sampai Rp 502 triliu itu lantaran pada bulan-bulan lalu, harga minyak mentah dunia naik gila-gilaan atau berada di atas level US$ 100 per barel.

“Turunnya harga minyak mentah dunia di level US$ 80 per barel mestinya menurunkan subsidi,” ungkap Fahmy kepada CNBC Indonesia, dikutip (3/10/2022).

Mencermati turunnya harga minyak mentah dunia itu, Fahmy menilai harga BBM Pertalite bisa turun Rp2.500 per liter atau menjadi Rp7.500 per liter dari yang saat ini Rp10.000 per liter. “Penurunan Pertalite sekitar Rp. 2.500 dan Pertamax sekitar Rp 2.300 per liter,” tegas dia.

Namun, kata Fahmy, data menunjukan bahwa turunnya harga minyak mentah dunia tidak mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam menurunkan harga BBM subsidi. Bahkan, pada saat harga minyak mentah dunia mengalami minus beberapa waktu yang lalu.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira juga menilai dengan tren penurunan harga minyak mentah, maka ini menjadi sinyal positif bagi beban subsidi energi yang akan ikut turun. Dengan begitu, pemerintah mempunyai kesempatan untuk menurunkan harga BBM jenis subsidi ke angka sebelum terjadinya kenaikan.

“Langkah ini harus dilakukan karena tidak adil apabila harga minyak mentah turun beban subsidi menurun pemerintah masih mempertahankan harga BBM yang mahal. Nah jadi ada kemungkinan Pertalite turunkan lagi setidaknya di bawah Rp 7.650 per liter atau kembali ke level Rp 7.650 per liter dan solar sekitar Rp 5000 per liter,” kata Bhima.

Ekonom INDEF, Abra Tallatov menyebutkan, untuk harga BBM subsidi sekelas Pertalite misalnya, memang ada pertimbangan khusus dari pemerintah dalam hal menentukan harga.

Namun, dengan tren penurunan harga minyak mentah dunia ini, biaya produksi BBM akan mengalami penurunan. Nah, untuk menentukan harga BBM di dalam negeri seperti Pertalite harus dilihat apakah harga BBM Pertalite yang saat ini Rp 10.000 per liter sudah melewati batas harga jual sesuai keekonomian.

“Menurut saya dengan penurunan minyak mentah, kalau ini terjadi secara konsisten dalam beberapa bulan mendatang dan tidak fluktuatif, misalnya terjadi dua minggu sampai dua bulan, pemerintah patut menurunkan harga Pertalite,” ungkap Abra

Jika tren penurunan harga minyak dunia konsisten, dan pemerintah menurunkan harga BBM Pertalite, ini akan menimbulkan rasa percaya masyarakat kepada pemerintah. Sebab, pada kenaikan harga BBM sebelumnya, pemerintah beralasan bahwa kenaikan harga BBM disebabkan naiknya minyak mentah dunia.

Turunnya harga minyak mentah dunia itu ikut mendorong turunnya harga BBM di Indonesia

Pengumuman Penurunan Harga BBM di Beberapa Wilayah

PT Pertamina (Persero) mengumumkan perubahan harga bahan bakar minyak (BBM) untuk harga per 1 Oktober 2022. Harga Pertamax di Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Jawa Tengah Bali, NTB, dan NTT turun jadi Rp 13.900/liter. Harga tersebut turun Rp 600, dari sebelumnya Rp 14.500/liter

Sedangkan Harga BBM Pertamax di Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Papua, dan Papua Barat turun harga menjadi Rp 14.200 per liter. Harga itu turun Rp 650, dari sebelumnya Rp 14.850/liter.

Selain Pertamax, harga BBM Pertamax Turbo juga ikut turun, sementara harga Dexlite dan Pertamina Dex naik. Besaran penurunan harga Pertamax Turbo maupun kenaikan Pertamina Dex dan Dexlite disesuaikan dengan masing-masing wilayah.

Sementara harga BBM Pertalite dan Solar subsidi di semua wilayah sama harganya. Harga Pertalite Rp 10.000/liter dan harga Solar Rp 6.800/liter.

Harga BBM
Uji pertalite setelah dituding makin bikin boros

Hasil Uji Pertalite yang Dituding Jadi Boros 

Pertalite belakangan disebut lebih mudah menguap sehingga penggunaannya lebih boros. Hal itu dikeluhkan sejumlah pengendara di jagat dunia maya, utamanya setelah harga Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter.

Untuk membuktikan hal tersebut, Pemerintah meminta masyarakat tidak khawatir dan sembari melakukan pengujian secara teknis terkait standar dan mutu BBM Pertalite.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Tutuka Ariadji belum lama ini menjelaskan, pemerintah telah meminta Lemigas untuk melakukan pengujian secara teknis terkait standar dan mutu dari Pertalite sesuai Keputusan Direktur Jenderal Migas No.0486.K/10/DJM.S.2017 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) BBM jenis Bensin RON 90 yang dipasarkan Dalam Negeri.

Tim Lemigas telah mengambil langsung sampel Pertalite di 6 SPBU kawasan Jakarta untuk diuji dan mendapat kepastian mutu. Adapun 6 SPBU yang diambil sampel Pertalite yaitu SPBU Lenteng Agung, SPBU Taman Mini (2 SPBU), SPBU Abdul Muis, SPBU di Sunter, dan SPBU di S.Parman.

“Sampel BBM Pertalite tersebut kemudian diuji di Balai Besar Pengujian Migas Lemigas Direktorat Jenderal Migas dengan prosedur dan standar pengujian yang baku untuk 19 parameter uji,” kata Tutuka.

Hal itu dilakukan dengan memperhatikan perkembangan teknologi, kemampuan produsen, kemampuan dan kebutuhan konsumen, serta keselamatan dan kesehatan kerja serta pengelolaan lingkungan hidup.

Pertamina sebagai distributor Pertalite juga menegaskan bahwa BBM RON 90 itu tak mengalami penurunan kualitas. Spesifikasinya pun tidak berubah sekalipun harganya naik. Bahkan proses pengawasan sudah dilakukan sejak BBM masuk ke tangki timbun Fuel Terminal hingga sebelum disalurkan menuju SPBU.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top