News

Perampok Minimarket Tewas Ditembak Polisi, 2 Lainnya Minta Ampun

Perampok Minimarket Tewas Ditembak Polisi, 2 Lainnya Minta Ampun

Komplotan perampok minimarket di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur digulung polisi. Satu dari tiga tersangka tewas ditembak lantaran menyerang petugas menggunakan clurit. Dua rekannya ankat tangan.

Polisi masih memburu satu bandit lainnya, Andi, yang lolos membawa kabur brankas berisi uang Rp40 juta. Menggunakan Avanza hitam, dia juga membawa barang-barang hasil kejahatan mulai dari rokok sampai susu. Saat kabur, ia nyaris menabrak petugas yang mendekati mobil tersebut.

Dua bandit lain, Ali Akbar (32) dan Ali Rudin (45) menyerah begitu melihat rekannya, Yusuf Sudirman (34) terkapar tanpa nyawa. 

Yusuf  ditembak ketika menyerang petugas di depan minimarket Jalan Masjid Al Wusto, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur, amis (16/4/2020). Saat itu, petugas curigai melihat mobil Avanza parkir di depan minimarket.

Yusuf sempat dibawa ke RS Polri Kramajati, namun akibat luka tembak di ketiak membuat nyawanya melayang. Kelompok ini tak hanya beraksi di satu minimarket. Ada beberapa toko yang sudah dibobol.

“Mereka beraksi memanfaatkan situasi wabah virus Corona saat jalan tak seramai biasanya,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Polda Kombes Yusri Yunus, Sabtu (18/4/2020).

Perampok Minimarket Tewas Ditembak Polisi, 2 Lainnya Minta Ampun
Perampok Minimarket Tewas Ditembak Polisi

Lokasi perampokan yang dilakukan para tersangka, diantaranya 2TKP (tempat kejadian perkara) di Kecamatan Makassar, 1 TKP di Krama Jati, dan satu lagi di Jatinegara. Semua sasarannya adalah minimarket, Alfamart dan Indomaret. Ini kali kelima, kemudian tertangkap,” ujarnya.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Suyudi Ario Seto menambahkan, Polda Metro Jaya bersama polres jajaran tidak akan segan-segan menembak pencuri dan perampok yang beraksi saat pandemi Covid-19.

“Ditreskrimum Polda Metro Jaya dan seluruh polres jajaran tidak akan segan-segan melakukan tindakan tegas dan terukur. “Kepada para pelaku curat (pencurian dengan pemberatan) dan curas (pencurian dan kekerasan) yang beraksi memanfaatkan situasi virus corona,” tukas Suyudi.

Hal itu, katanya, dilakukan untuk menekan tingkat kriminalitas di tengah upaya pihaknya bersama warga menekan penyebaran virus corona. “Kami sudah lakukan pemetaan jaringan pelaku curat dan curas di wilayah hukum Polda Metro. Tim Tekab dan tim tindak akan membongkar jaringan ini, dan siap melakukan tindakan tegas dan terukur kepada mereka,” pungkasnya.

Karena itu, ia mengingatkan agar jaringan pelaku curat dan curas tidak mencoba-coba beraksi, jika tidak ingin ditindak tegas polisi. “Setiap malam setiap hari kami melakukan upaya pemantauan wilayah, baik yang dilakukan Tim Motor Reserse, Tim Tekab, dan Tim Tindak masing-masing polres jajaran,” terang Suyudi.

1 Comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top