News

Perjalanan Blok Rokan Dari Tangan Chevron Hingga Diambil Alih Pertamina

Blok Rokan Diambil Alih Pertamina

Pengelolaan kawasan Blok Rokan yang merupakan lapangan minyak terbesar bakal diteruskan oleh PT Pertamina (Persero), melalui PT Pertamina Hulu Rokan (PHR). Sebelumnya, selama 97 tahun kawasan ini dikelola penuh oleh PT Chevron Pacific Indonesia.

Lapangan minya ini sendiri seluar 6.264 km2 dengan dua lapangan minya terbesar, yaitu Minas dan duri. Kedua lapangan tersebut menjadi yang terbesar karena produksi minyaknya yang melimpah.

Kedatangan Chevron Ke Blok Rokan

Chevron datang ke kawasan ini pada tahun 1924 dan pertama kali berproduksi pada 1952. Kala itu, tingkat produksi di Minas masih di level 15.000 barel pe hari (bph) dan terus bertambah hingga lebih dari 100.000 bph.

Kemudian, mengutip dari situs Chevron Indonesia, Blok Rokan mencapai produksi tertingginya pada Mei 1973, dengan mempompa 1 juta bph. Pada 2008, menandai ke-11 miliar barel minyak dari operasi di Pulau Sumatera.

Lihat Juga: Regulasi dan Kebijakan Industri Minyak dan Gas “Migas” Indonesia

Diambil Alih Pertamina

Hampir satu abad mengelola penuh kawasan tersebut, kini Pertamina mengamibil alih. Hal tersebut berawal pada 2018, dimana PT Chevron Pacific Indonesia akhirnya harus mengalah dari PT Pertamina (persero).

Pada 2017 lalu, Menteri ESDM Ignasius Jonan sempat mempersilahkan Chevron untuk memperpanjang kontraknya, karena di tahun 2021 kontrak tersebut akan berakhir. Chevron pun berupaya agar tak kehilangan Blok Rokan. Salah satunya dengan menawarkan penggunaan teknologi EOR (Enhanced Oil Recovery) secara full scale. Dengan teknologi tersebut produksi di lapangan minyak itu diperkirakan dapat mencapai 500.000 bph.

Namun Pertamina tak tinggal diam. Pertamina menawarkan bonus tanda tangan. Yaitu bonus yang menunjukkan kesungguhan perusahaan untuk mengelola Blok Rokan senilai US$ 784 juta atau sekitar Rp 11,3 T serta komitmen pasti US$ 500 juta.

Akhirnya pada 31 Juli 2018 perebutan tersebut usai. Kementerian ESDM memutuskan di tahun 2021 Blok Rokan akan dikelola oleh Pertamina.

“Potensi pendapatan negara selama dua puluh tahun ke depan senilai US$ 57 miliar atau setara Rp 825 miliar. Insya Allah potensi pendapatan ini dapat menjadi pendapatan dan kebaikan untuk bangsa Indonesia,” kata Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar saat itu.

Saat ini Blok Rokan telah diambil alin oleh Pertamina mulai 9 Agustus hingga dua puluh tahun ke depan. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Menteri ESDM Arifin Tasrif dan seremoni alih kelola Blok Rokan yang dilakukan secara daring pada Minggu (8/8/2021).

“Sesuai keputusan Kementerian ESDM No 1923 Thn 2018, 6 Agustus 2018 pemerintah telah memutuskan PT Pertamina melalui afiliasinya PT Pertamina Hulu Rokan sebagai pengelola kawasan kerja Rokan setelah 8 Agustus 2021. Dengan participating interest 100 persen termasuk 10 persen yang bakal diberikan ke BUMN,” ujarnya.

“Kontrak kerjasama Wilayah Kerja Rokan telah ditandatangani PT PHR bersama SKK Migas pada 9 Mei 2019. Kontrak berlaku mulai 9 Agustus 2021 sampai berakhirnya kontrak dua puluh tahun ke depan,” tutupnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top