News

Perkosa Belasan Santri, Herry Wirawan Divonis Seumur Hidup

Perkosa Belasan Santri, Herry Wirawan Divonis Seumur Hidup

Herry Wirawan, terdakwa dalam kasus pemerkosaan belasan santri di Bandung, divonis penjara seumur hidup. Ia dinilai terbukti bersalah melakukan pencabulan terhadap belasan santri hingga beberapa korbannya itu melahirkan.

“Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara seumur hidup,” ujar ketua majelis hakim Yohannes Purnomo Suryo Adi di Pengadilan Negeri Bandung, Selasa (15/2/2022).

Herry dianggap melanggar Pasal 81 ayat (1), ayat (3), ayat (5) jo Pasal 76D UU No 17 Tahun 2016 tentang Perlindungan Anak Jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

Lihat Juga: Guru Pesantren Perkosa Santri hingga Melahirkan, Berikut Fakta-faktanya

Vonis ini sebenarnya lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum yang menuntut hukuman mati terhadap Herry Wirawan. Bukan hanya itu, jaksa juga menuntut hukuman tambahan berupa kebiri kimia terhadap Herry. Lalu hukuman pidana senilai Rp500 juta dan kewajiban membayar restitusi pada anak-anak korban yang jumlahnya hingga Rp330 juta.

Kemudian, jaksa juga meminta kepada majelis untuk menyita aset yayasan milik Herry. Penyitaan tersebut diperlukan mengingat para korban membutuhkan biaya hidup maupun tanggungan.

Komnas HAM Tidak Setuju Herry Wirawan Dihukum Mati

Herry Wirawan telah mengakui perbuatannya terhadap belasan santrinya itu. Namun, dia berdalih khilaf melakukan pencabulan terhadap belasan anak didiknya itu.

Herry pun mengajukan keringanan hukuman ke majelis hakim. Ia mengaku sebagai ayah masih harus mengurus hingga membesarkan anaknya. Pria yang dikenal sebagai guru mengaji ini telah mempunyai satu istri dan tiga anak.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) pun tak setuju dengan tuntutan hukuman mati kepada Herry. Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara, menuturkan hukuman itu tidak sejalan dengan prinsip HAM.

“Komnas HAM tidak setuju penerapan hukuman mati karena bertentangan dengan prinsip HAM,” tutur Beka seperti mengutip dari laman CNNIndonesia, Selasa (15/1/2022).

9 Korban Dirawat Pemprov Jabar

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Bandung meminta supaya sembilan santriwati yang menjadi korban pemerkosaan Herry dirawat oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar).

Yohannes mengatakan Pemprov Jabar harus secara rutin mengevaluasi sembilan korban pemerkosaan tersebut selama masa perawatan. Menurutnya, jika mental mereka sudah siap dan situasi memungkinkan, sembilan anak tersebut dapat dipulangkan kembali ke keluarga.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top