News

 Pernyataan Lantang Letjen Dudung, Dari FPI Hingga ‘Semua Agama Benar’

 Pernyataan Lantang Letjen Dudung, Dari FPI Hingga ‘Semua Agama Benar’

Pernyataan Letjen Dudung Abdurachman terkait semua agama benar di hadapan Tuhan menuai kontroversi. Sebelum pernyataan tersebut, jejak Dudung selaku perwira tinggi TNI AD sering menjadi perhatian.

Dudung Abdurachman mulai dikenal masyarakat usai menjabat sebagai Pangdam Jaya. Atas kinerjayanya, ia lantas diperrcaya menjadi Pangkostrad dan resmi mengantongi bintang tiga. Berikut jejak pernyataan kontroversialnya.

Soroti Tabut Bunga Gatot Nurmantro dkk

Ketika menjabat sebagai Pangdam Jaya, Dudung sempat menyoroti acara tabur bunga yang dihadiri oleh manan Panglima TNI Gatot Nurmantyo di TMP Kalibata Jakarta Selatan. Acara taur bunga tersebut diketahui sempat mengundang keributan.

Bukan saja tak mengantongi izin Kemensos, acara tersebut juga tak diketahui oleh Pepabri (Persatuan Purnawirawan Angkatan Bersenjata Republik Indonesia. Kala itu, Dudung Letjen Dudung mengingatkan agar para purnawirawan tetap waspada.

Aksi Protes Omnibus Law

Dudung juga ikut dalam mengamankan aksi demonstrasi menolak omnibus law UU Cipta Kerja. Ketika itu Dudung mengungkap adanya masa dari luar kota yang akan berdemo karena dijanjikan imbalan berupa uang.

“Seratusan lebih. Yang saya kemarin tahu dari Subang, Banten, Tangerang lalu Pamanukan. Tetapi yang kami amankan sebelum demonstrasi dimulai,” kata Dudung Abdurachman, Sabtu (10/10/2020).

“Itu orang-orang tidak sekolah semua rata-rata. Bukan, kalau buruh justru tidak ada. (Mereka) pengangguran, preman,” lanjutnya.

Dudung mengatakan masa tersebut mendapat instruksi dari WhatsApp dan dijanjikan sejumlah uang oleh penggerak massa yang akan diberikan setelah demo.

Letjen Dudung Perintahkan Pencopotan Baliho FPI

Saat menjadi Pangdam Jaya, Dudung juga meminta jajarannya untuk melepas baliho FPI dan HRS (Habib Rizieq Shihab). Dudung dengan tegas menyampaikan ada aturan yang wajib dipatuhi soal pemasangan baliho. Ia meminta tak ada pihak yang semaunya sendiri.

Bicara Pembubaran FPI

Jauh sebelum FPI dibubarkan, Dudung sudah menyampaikan hal tersebut. Ia menyebut, jika FPI tak mematuhi hukum, maka dapat dibubarkan. Letjen Dudung menilai FPI kerap berbuat seenaknya. Ia menegaskan TNI bakal menindak jika ada baliho yang berisi ajakan untuk revolusi.

“Sekarang kok mereka (FPI) seperti yang mengatur, sesukanya sendiri. Saya bilang, itu perintah saya, dan ini bakal saya bersihkan semuanya, tak ada itu baliho yang ngajak revolusi dan segala macam. Ya saya ingatkan dan saya tak segan menindak keras. Jangan coba ganggu persatuan dan kesatuan, jangan merasa mewakili umat Islam, tak semuanya, banyak umat Islam yang berkata dan bertingkah laku baik,” ujar Dudung.

Letjen Dudung Bicara Soal Agama Dan Pancasila

Dudung menuturkan orang beragama belum tentu Pancasilais. Namun, orang Pancasilais pasti beragama. Awalnya, Letjen Dudung membicarakan soal hukum atraktif, dimana kebaikan akan dibalas dengan kebaikan, begitu pula sebaliknya. Kemudian Dudung menyinggung soal hukum karma dalam istilah Bali. Lalu, barulah dia menyebut soal orang beragama belum pasti Pancasilais.

“Kalau orang Hindu, orang Bali, istilahnya ada hukum karma, jadi akan dibalas bukan di akhirat, tapi dibalas di dunia. Lalu orang yang beragama belum pasti Pancasilais, tapi orang Pancasilais pasti beragama,” kata Dudung.

Ia juga mengatakan ada orang yang merasa benar sendiri dan membuat aturan sesukanya. Dudung menegaskan kembali bahwa Pancasila adalah perekat kehidupan bernegara dan berbangsa.

Bersihkan Debt Collector

Dudung menegaskan TNI-Polri akan menumpas premanisme pada debt collector. Dia mengatakan tak boleh ada aktivitas yang meresahkan masyarakat. Ia juga mengajak semua pihak untuk menjaga ketentraman Jakarta. Selain itu, dia juga meminta warga untuk melaporkan tindakan premanisme dan memastikan TNI-Polri akan menindaklanjutinya.

Letjen Dudung: Semua Agama Benar Di Mata Tuhan

Pangkostrad Letjen Dudung mengingatkan para jajarannya untuk tidak bersikap fanatik terhadap agama. Menurutnya, semua agama sama di hadapan Tuhan

“Bijaklah dalam bermedia sosial sesuai aturan yang berlaku untuk prajurit. Hindari fanatik berlebihan kepada suatu agama. Sebab semua agama benar di mata Tuhan,” ujar Dudung dalam keterangan pers Penerangan Kostrad, Selasa (14/9/2921).

Hal tersebut ia sampaikan saat bersama Rahma Dudung Abdurachman selaku Ketua Persit KCK Gabungan Kostrad dan rombongan di Batalyon zipur 9 Kostrad, Bandung, Jawa Barat, Senin (13/9/2021).

Hal itu disampaikan Dudung saat bersama Ketua Persit KCK Gabungan Kostrad Rahma Dudung Abdurachman dan rombongan di Batalyon Zipur 9 Kostrad, Ujungberung, Bandung, Jawa Barat. Senin (13/9).

Selain itu, Letjen Dudung juga mengingatkan jajarannya untuk bersyukur atas segala kondisi, khususnya pada masa pandemi COVID-19 saat ini.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top