News

Pertama Kali OTT Hakim Agung, KPK Catatkan Sejarah Baru

KPK OTT Hakim Agung

KPK membuat sejarah baru usai melakukan operasi tangkap tangan (OTT) pada hakim agung. Sepanjang sejarah, OTT hakim agung adalah yang pertama kalinya. Sebelumnya, lembaga anti rasuah itu pernah melakukan OTT, tapi terhadap hakim konstitusi. Mereka yaitu hakim Makhamah Konstitusi Patrialis Akbar dan Ketua Mahkamah Konstitusi Akil Mochtar (AM).

Diketahui Patrialis Akbar tersandung kasus suap judicial review di MK. Sedangkan Akil Mochtar menghadapi kasus suap dan gratifikasi mengenai penanganan sengketa pilkada di MK.

OTT KPK juga pernah dilakukan di MA. Namun kala itu mantan Sekretaris MA Nurhadi yang terjaring. Saat itu, Nurhadi terjerat kasus suap senilai Rp45,726 miliar dari Direktur Utama PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT).

Lihat Juga: Lukas Enembe Jadi Tersangka KPK, Situasi Papua Memanas

KPK Prihatin Atas OTT Hakim Agung

Terkait OTT hakim agung, KPK merasa prihatin dan menganggapnya sangat menyedihkan.

“KPK bersedih harus menangkap Hakim Agung. Kasus korupsi di lembaga peradilan ini sangat menyedihkan,” ujar Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron kepada wartawan, Kamis (22/9/2022).

Dengan OTT tersebut, KPK berharap tidak ada lagi hakim yang terjerat kasus korupsi. KPK pun merasa prihatin karena tindakan korupsi mengotori dunia peradilan.

“KPK sangat prihatin dan berharap ini penangkapan terakhir terhadap insan hukum. Mengingat artinya dunia peradilan dan hukum kita yang semestinya berdasar bukti tapi masih tercemari uang,” ujarnya.

Ghufron juga menyinggung KPK sempat melakukan pembinaan integritas di lingkungan Mahkamah Agung.

“Baik kepada hakim dan pejabat strukturalnya harapannya tidak ada lagi korupsi di MA. KPK berharap ada pembenahan yang mendasar jangan hanya kucing-kucingan, berhenti sejenak ketika ada penangkapan namun kembali kambuh setelah agak lama,” ungkap dia.

KPK pun berharap tidak ada lagi korupsi dan pembenahan dilakukan setelah kasus OTT hakim agung ini. Status hukum para terperiksa tersebut akan ditentukan oleh KPK dalam waktu 1×24 jam. Nantinya, jumpa pers akan digelar oleh KPK untuk menjelaskan dan mengungkap siapa saja yang ditetapkan sebagai tersangka dan duduk perkara OTT hakim agung tersebut.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top