News

Pertama Kalinya, Foto Hajar Aswad Dirilis Dengan Resolusi Tinggi

Pertama Kalinya, Foto Hajar Aswad Dirilis Dengan Resolusi Tinggi

Pemerintah Arab Saudi mengumumkan bahwa mereka menampilkan foto batu Hajar Aswad dengan resolusi tinggi pada Senin, (3/5/2021). Batu itu difoto dengan kamera 49.000 megapiksel dan membutuhkan lebih dari 50 jam untuk membidik dan mengembangkannya.

Pihak Presidensi umum Urusan Masjid Agung Saudi dan Masjid Nabawi juga bekerja sama dengan agen teknik Dua Masjid Suci untuk mendapatkan 1.500 foto batu Hajar Aswad. Masing-masing kamera yang digunakan berukuran 160 GB dan menggunakan teknik pemotretan penumpukan fokus.

Teknik tersebut dilakukan dengan menggabungkan beberapa foto dengan titik fokus berbeda untuk memperoleh hasil maksimal pada produk terakhir.

Lihat Juga: 60% Gaji Karyawan Di Arab Ditanggung King Salman Selama 3 Bulan

“Hal ini penting sebab penampakan Hajar Aswad dari teknik ini tidak pernah terjadi sebelumnya,” kata salah seorang dari Universitas Oxford yang terlibat dalam proyek ini, Afifi al-Akiti kepada CNN.

Al-Akiti juga mengatakan bahwa warna asli batu ini sebenarnya bukan hitam, hal ini dibuktikan dari foto digital yang diperbesar.

Sejarah Hajar Aswad

Melansir dari laman Geologypage, (11/1/2018), Hajar Aswad adalah peninggalan umat Islam dan telah ada sejak zaman Adam dan Hawa. Diketahui, batu tersebut diyakini oleh umat muslim berasal dari surga dan awalnya berwarna putih.

Konon, manusia menyentuhnya dan meminta ampunan dari Tuhan, dan sejak itulah Hajar Aswad berubah menjadi kehitaman. Di mana warna hitam itu mencerminkan dosa manusia.

“batu hitam dari surga dan itu lebih putih dari susu, tetapi dosa anak-anak Adam mengubahnya menjadi hitam,” (HR Tirmidzi).

Lihat Juga: Alhamdulillah! Masjidil Haram dan Masjid Nabawi Akan Segera Dibuka

Batu ini terletak di Mekah yang merupakan sebuah kota yang jadi pusat spiritual agama Islam. Di sana juga lah Nabi Muhammad SAW menerima wahyu pertama pada abad ke-7.

Sederhananya, Hajar Aswad adalah batu dengan warna gelap, yang terpoles secara halus oleh tangan-tangan jutaan umat muslim yang menyentuhnya. Batu tersebut juga pecah jadi beberapa bagian karena kerusakan yang disebabkan selama Abad Pertengahan. Walau begitu, potongannya sudah disatukan dan dibingkai menggunakan perak murni di sudut tenggara Ka’bah.

Diperkirakan batu tersebut berdiameter 30 cm dan terletak 1,5 meter di atas tanah. Saat ibadah haji, umat Islam akan berjalan berlawanan arah jarum jam mengitari Ka’bah. Ketika melewati Hajar Aswad, biasanya mereka akan menyentuh, mencium atau melambaikan tangan ke arah batu tersebut.

To Top