News

Pesan Luhut ke Pemimpin Politik di Tengah Pandemi

Pesan Luhut ke Pemimpin Politik di Tengah Pandemi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan berbicara panjang lebar soal penanganan pandemi Covid-19. Dalam pernyataannya itu, Luhut berpesan kepada pemimpin politik untuk tidak asalk berkomentar.

Mulanya, Luhut mengajak semua komponen bangsa kompak menghadapi pandemi Covid-19. Menurut dia, pandemi ini bisa tertangani dengan baik karena kekompakan.

“Karena ini bukan masalah pemerintah saja, tapi masalah semua bangsa kita. Jadi, saya mohon kita semua kompak. Saya berharap supaya kita semua satu, supaya kita semua kompak. Jadi jangan pernah ada yang berpikir, ‘karena dia, (pandemi) ini bisa selesai’, tidak! Ini bukan karena satu orang tapi karena kita ramai-ramai,” kata Luhut, Senin (2/8/2021).

Luhut kemudian menyoroti virus Corona varian Delta yang membikin banyak negara kelabakan. Oleh karenanya, menurut dia, saat ini belum ada negara yang bisa mengklaim menang melawan viruc Corona varian Delta.

“Jadi belum ada satu negara pun di dunia yang bisa mengklaim bahwa mereka imun terhadap carian Delta ini. Sekarang Amerika pun sudah meningkat pesat dan mereka juga sudah mengubah lagi strateginya,” sambungnya.

Menko Marves itu lantas berpesan kepada para pemimpin politik tidak melontarkan komentar jika masih belum jelas. Kendati demikian, dia tetap membolehkan mereka berkomentar asalkan dengan penjelasan yang detail.

“Jadi, saya mohon bangsa ini, pemimpin-pemimpin kita dalam bidang politik mana semua, tolong tidak berkomentar kalau komentarnya belum jelas. Kalau mau berkomentas silakan kami sangat senang sekali untuk memberikan penjelasan-penjelasan secara detail kepada siapapun di Republik Indonesia,” pesan Luhut.

Kasus Covid-19 di Jawa-Bali Turun

Masih berkaitan dengan penanganan pandemi Covid-19. Luhut menyebut kasus Covid-19 di Jawa dan Bali menunjukkan tren penurunan selama seminggu terakhir. Luhut menjelaskan puncak kasus Covid-19 di Jawa dan Bali terjadi pada 15 Juli 2021.

“Selama satu minggu terakhir, angka kasus harian wilayah Jawa dan Bali sudah menunjukkan tren penurunan. Sejak puncaknya 15 Juli, sampai hari kemarin dan tadi juga saya kira masih penurunan. Kita melihat angka itu sudah 50 persen,” terang Luhut.

Luhut menjelaskan saat ini ada empat daerah yang membutuhkan perhatian khusus pemerintah karena masih tingginya angka penambahan kasus dan kematian akibat Covid-19. Keempat daerah itu di antaranya Bali, Malang Raya, DIY dan Solo Raya.

“Ada beberapa daerah yang harus mendapat perhatian khusus karena masih tingginya kasus terkonfirmasi, positivity rate, jumlah kematian waraganya seperti Bali, Malang Raya, DIY dan Solo Raya,” imbuhnya.

Luhut Sebut Varian Delta Turun 50 Persen

Di sisi lain, Luhut menyebut virus Corona varian Delta di Tanah Air turun 50 persen. Kondisi yang semakin membaik itu, kata Luhut, tidak terlepas dari masukan-masukan dari para ahli kesehatan kepada pemerintah.

“Apa yang disusun berdasar masukan ahli-ahli dari Universitas Indonesia, Airlangga, semua. Jangan bikin kabar macam-macam kalau tidak paham. Kalau ingin jadi pahlawan, pikirlah yang positif, apalagi ini (mau) 17 Agustus,” terangnya.

Luhut menegaskan pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 ini telah menyusun perencanaan dan target. Pemerintah, terang dia, menargetkan positivity rate Covid-19 turun lima persen pada Agustus-Oktober.

“Jadi kalau menangani hanya dengan 3T dan 3M itu tidak benar. Kami ada time table apa yang kami lakukan. Kita semua berharap positivity rate turun di bawah lima persen di Agustus, September dan Oktober,” sambung dia.

Luhut lantas menerangkan bahwa saat ini virus Corona varian Delta berhasil diturunkan hingga 50 persen. Menurut dia, angka penurunan itu cukup baik.

“Pemerintah membuat varian Delta menurun 50 persen. Walaupun tentu di tempat lain ada yang tidak bagus, tapi angka itu membaik,” tegasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top