News

Petinggi ACT Buka Suara Soal Dugaan Penyelewengan Dana Donasi

ACT

Presiden Aksi Cepat Tanggap atau ACT Ibnu Khajar meminta maaf terkait dugaan penyelewengan dana donasi yang sejak kemarin, Minggu (3/7/2022), menjadi isu hangat di media sosial.

“Kami mewakili ACT meminta maaf sebesar-besarnya,” ucap Ibnu dalam konferensi pers, Senin (4/7/2022).

Ibnu mengatakan kondisi keuangan ACT saat ini sangat baik. Pernyataan tersebut sekaligus membantah pemberitaan yang menyebut bahwa keuangan lembaga donasi itu bermasalah karena dugaan penyelewengan.

Menurut dia, laporan keuangan lembaganya sudah berkali-kali mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) menurut audit. Ia menuturkan laporan keuangan yang mendapatkan WTP tersebut juga telah dipublikasikan di situs resmi mereka.

“Laporan keuangan sejak 2005 sampai 2020 yang mendapat predikat WTP kami sudah publikasikan di web kami, sebagai bagian dari transparansi kepada publik,” kata Ibnu.

Sebelumnya, media sosial diramaikan dengan tanga tagar #AksiCepatTilep hingga #JanganPercayaACT.

Tagar tersebut muncul tidak lama setelah Majalah Tempo membuat laporan bertajuk ‘Kantong Bocor Dana Umat’. Laporan itu membahas isu gaji petinggi lembaga tersebut yang senilai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Selain itu, dalam laporan itu diketahui bahwa petinggi ACT disebut mendapatkan sejumlah fasilitas mewah sampai memotong dana donasi.

Lihat Juga: Berawal Dari Donasi Rp 2 T, Keluarga Akidi Tio Kini Dimintai Keterangan Polisi

Pemprov DKI Evaluasi Kerja Sama dengan ACT

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyampaikan pihaknya akan melakukan evaluasi kerja sama dengan lembaga filantropis itu. Hal ini buntut dugaan penyelewengan uang donasi.

“Ini informasi kan baru kami terima, nanti akan kita pelajari, evaluasi ya. Mudah-mudahan pelaksanaannya tidak ada masalah,” ucap Riza di Balai Kota Jakarta, Senin (4/7/2022).

Riza mengatakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memang bekerja sama dengan lembaga tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya selama ini tak ada program kerja sama yang bermasalah.

Program kerja sama tersebut antara lain bantuan untuk korban erupsi Gunung Semeru, vaksinasi COVID-19 keliling hingga pengembangan UMKM.

“Selama ini kita bekerja sama dan selama ini tidak masalah, semuanya baik-baik saja dengan ACT,” tuturnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

8 + twenty =

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top