News

PKS Kritik Risma Datangkan Juru Masak Latih Pemulung, PDIP: Suka-suka Mereka!

PKS Kritik Risma Datangkan Juru Masak Latih Pemulung, PDIP: Suka-suka Mereka!

Menteri Sosial Tri Rismaharini (Risma) menggelar latihan memasak untuk pemulung di Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi selama 6 hari, sejak 26-31 Januari 2021. Pelatihan yang diikuti 30 peserta ini didampingi oleh juru masak profesional yang didatangkan dari Surabaya Hotel School.

Ketua DPP PKS Bukhori Yusuf mengkritik langkah yang diambil Risma. Menurutnya, Risma seharusnya lebih memerhatikan masyarakat yang terdaftar Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Keluarga Harapan (PKH), bukan pemulung.

“Bu Menteri kalau mengajari keterampilan baiknya tidak perlu repot-repot cari pemulung. Cukup para calon graduasi dari KPM PKH, yang jumlahnya kalau 20 persen, 10 juta KPM PKH,” tegas Bukhori, Sabtu (30/1/2021).

Politikus PKS itu menilai menghadirkan juru masak profesional untuk pemulung sebagaimana yang dilakukan Risma merupakan tindakan yang berlebihan. Semestinya, kata dia, masyarakat KPM PKH yang diprioritaskan mendapatkan pelatihan keterampilan tersebut.

“Harusnya yang diberi pelatihan keterampilan terlebih dahulu adalah KPM PKH yang sedang diproyeksikan graduasi, yang jumlahnya kalau se-Indonesia 2 jutaan orang,” sambungnya.

PDIP Angkat Bicara

Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat menjawab kritikan yang dilayangkan PKS terkait ‘aksi’ Risma mendatangkan juru masak profesional untuk melatih para pemulung. Djarot menyebut apa saja yang dilakukan Menteri Sosial selalu dianggap salah di mata PKS.

“Suka-suka mereka (PKS). Apa pun yang dikerjakan sama ibu Risma selalu mereka anggap salah,” tegas Djarot, Sabtu (20/1/2021).

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menegaskan apa yang dijalankan Risma adalah program yang positif. Menurutnya, pemberian keterampilan yang ia ibaratkan sebagai ‘pancing’ lebih baik daripada terus-menerus memberikan bantuan yang ia ibaratkan sebagai ‘ikan’.

“Programnya positif untuk pemberdayaan PMKS (Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial). Memberikan bekal keterampilan kepada PMKS lebih mendidik agar bisa mandiri. Bukankah sebaiknya kita memberikan pancing daripada selalu memberi ikan?” tambahnya.

Diah Pitaloka: Biarkan Risma Bekerja!

Di sisi lain, politikus PDIP yang juga menduduki Komisi VIII DPR RI Diah Pitaloka juga menjawab pihak yang mengkritik program pemberdayaan pemulung yang dijalankan oleh Risma. Diah meminta semua pihak mendukung program Kementerian Sosial selagi masih berada di lingkup kerjanya.

“Biarkan saja mereka bekerja. Kecuali kalau nggak bekerja, okelah (dikritik). Tetapi ini kan masih bekerja, masih di ranah kerja, lingkup kerja. Jadi biarkan saja dia bekerja,” tegas Diah, Sabtu (30/1/2021).

Diah menyebut setiap menteri memiliki cara kerja tersendiri dalam mengimplementasikan program-programnya. Menurutnya, selagi apa yang dilakukan menteri adalah sesuatu yang positif, maka harus didukung.

“Menurut saya, ya tergantung pendekatannya, karena tiap menteri punya metode dan cara kerja masing-masing. Sejauh itu, menurut saya positif bagi orang yang membutuhkan pemberdayaan sosial, kenapa nggak?” sambungnya.

Risma Datangkan Juru Masak Profesional

Diketahui, Risma mendatangkan juru masak profesional untuk melatih para pemulung di Balai Karya Pangudi Luhur Bekasi. Risma menyebut program pemberdayaan sosial tersebut bertujuan agar para peserta memiliki bekal ilmu dalam mendirikan usaha kuliner.

“Kegiatan ini untuk memotivasi penerima manfaat agar mampu mengolah makanan dengan baik dan benar. Nantinya mereka mempunyai bekal yang cukup membuat usaha kuliner secara mandiri,” ungkap Risma.

Risma mengungkapkan program Pembinaan Kewirausahaan bagi pemulung yang dijalankan Balau Karya Pangudi Luhur Bekasi berjalan dengan baik. Ia berharap para pemulung bisa menjadi mandiri dalam membuka usaha kuliner.

“Jadi semua program di sini sudah berjalan dengan baik, pelan-pelan dan semoga mereka bisa mandiri,” tegasnya.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top