News

PKS Soal Arief Budiman Dipecat: Ini Menyedihkan!

PKS Soal Arief Budiman Dipecat: Ini Menyedihkan!

Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mencopot Arief Budiman sebagai Ketua KPU RI. Pencopotan dilakukan terkait pendampingan Arief terhadap komisioner KPU Evi Novida Ginting menggugat surat keputusan Presiden. Lebih lanjut, Arief juga dinilai bersalah karena tetap menjadikan Evi Novida sebagai komisioner KPU.

“Teradu (Arief) terbukti tidak mampu menempatkan diri pada waktu dan tempat di ruang publik karena di setiap kegiatan teradu di ruang publik melekat jabatan Ketua KPU,” isi putusan DKPP.

Arief dinyatakan tidak pantas menjadi Ketua KPU. Oleh karenanya, DKKP menjatuhinya sanksi berupa pemecatan sebagai Ketua KPU.

“Menjatuhkan sanksi peringatan keras terakhir dan pemberhentian dari jabatan Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia kepada teradu Arief Budiman selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia sejak putusan ini dibacakan,” lanjut isi putusan DKPP.

PKS Sebut Menyedihkan

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyebut pemecatan Arief Budiman sebagai Ketua KPU RI sebagai tindakan yang menyedihkan. Mardani menyoroti ketegangan yang tak berkesudahan antara KPU dan DKPP.

“Tentu ini menyedihkan. Ini jadi preseden yang tidak baik. Ada ketegangan berterusan antara KPU dan DKPP,” sebut Mardani.

Mardani menyebut memang DKPP memiliki kewenangan untuk memberhentikan Arief sebagai Ketua KPU RI. Akan tetapi, ia mendorong untuk dilakukannya dialog antar penyelenggara pemilu.

“Jika berkaitan dengan penegakan hukum dan etika, DKPP tentu punya independensi. Dengan masih banyaknya pintu penyelesaian sengketa posisi KPU memang dilematis. Dialog dan komunikasi bisa juga dijalankan agar semua penyelenggara pemilu dapat amanah menunaikan tugasnya,” sambung anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PKS itu.

PAN Pertanyakan Alasan Pemecatan Arief Budiman

Di sisi lain, anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PAN, Guspardi Gaus mempertanyakan alasan pemecatan Arief Budiman dari jabatannya sebagai Ketua KPU RI. Ia menyoroti DKPP menilai Arief melakukan pelanggaran kode etik.

“Apa dasar dari DKPP memberhentikan, mecat Arief Budiman? Apakah dengan melakukan, mendampingi (Evi Novida) ada aturan secara eksplisit yang menyatakan bahwa Budiman melakukan pelanggaran kode etik” tanya Guspardi.

Oleh karenanya, Guspardi meminta DKPP menjelaskan secara gamblang maksud dari pemecatan tersebut. Dengan begitu, lanjut dia, polemik di tengah masyarakat akan berakhir.

“Tentu ini harus dijelaskan secara terang benderang oleh DKPP sehingga tidak menimbulkan polemik,” tegas Guspardi.

Guspadi menegaskan pihaknya akan meminta penjelasan secara langsung dari DKPP terkait pemecatan Arief. Pihaknya akan mempertanyakan dasaran yang menjadi keputusan DKPP memecat Arief.

“Komisi II nantinya akan mempertanyakan SK pemberhentian itu apa dasarnya. Aturan apa yng mengatur sehingga dilakukan pemecatan. Apakah dengan ranah itu Etik yang diatur dalam perundang-undangan tentang kewenangan DKPP untuk sampai memberhentikan itu,” jelas politikus PAN itu.

Arief Budiman: Saya Tak Pernah Lakukan Pelanggaran!

Arief Budiman sendiri sudah menanggapi keputusan DKPP yang memecat dirinya sebagai Ketua KPU RI. Ia dengan tegas menyatakan tidak pernah melakukan pelanggaran dalam menjalankan tugasnya sebagai Ketua KPU RI.

“Saya tidak pernah melakukan pelanggaran dan kejahatan yang mencederai integritas pemilu,” tegas Arief.

Arief mengaku tak ingin mengambil sikap lebih lanjut menanggapi keputusan DKPP tersebut. Sebab, ia hingga kini belum menerima hard copy surat keputusan DKPP.

“Hard copy belum nerima. Kalau soft file kan sebenarnya sudah bisa kita… Tapi secara resmi biasantya kita dikirimi hard copy. Nah kita tunggu, kita pelajari barulah nanti bersikap mau ngapain,” sambung Arief.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top