News

Polemik Tunawisma Sudirman-Thamrin Banjir Respons

Polemik Tunawisma Sudirman-Thamrin Banjir Respons

Polemik Tunawisma di Sudirman-Thamrin, Jakarta Pusat yang ditemui oleh Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini ‘banjir’ komentar dari sejumlah petinggi. Seperti diketahui, Risma melakukan blusukan menyusuri pedestrian Jalan Thamrin, Jakarta Pusat.

Risma menemukan sejumlah gelandangan dan pemulung yang juga diketahui sebagai tunawisma. Mantan Wali Kota Surabaya itu kemudian mengajak para tunawisma itu tinggal di tempat penampungan.

Wagub DKI Baru Tahu Ada Tunawisma

Salah satu sosok yang mengomentari aksi blusukan Risma yang menemukan sejumlah tunawisma di kawasan Sudirman-Thamrin adalah Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria. Riza mengaku baru tahu ada tunawisma di kawasan tersebut.

“Terkait dengan adanya tunawisma di Jalan Sudirman-Thamrin, saya sendiri hidup di Jakarta sejak umur 4 tahun baru tahu dengar ada tunawisma di Jalan Sudirman-Thamrin,” kata Riza.

Kendati demikian, kata Riza, Gubernur DKI Jakarta Anies, Anies Baswedan telah memerintahkan Kadinsos DKI Jakarta turun ke lapangan. Anies, lanjut Riza, meminta anak buahnya itu mengecek langsung sosok tunawisma yang ditemui Menteri Sosial.

“Pak Gubernur memerintahkan langsung Kadinsos untuk mengecek siapa orangnya, kenapa ada di situ,” lanjutnya.

Wagub DKI Jakarta itu tak menampik memang ada tunawisma di Ibu Kota. Namun tunawisma tersebut bukan berada di kawasan Sudirman-Thamrin, melainkan di tempat lain, seperti kolong jembatan.

“Setahu kami, jalan ke Jalan Sudirman-Thamrin itu cukup jauh. Kalau ada (tunawisma) itu di pinggiran-pinggiran, ada betul. Kalau ada di kolong jembatan, betul masih ada,” tegas Riza.

Kasatpol PP DKI Juga Membantah

Tidak hanya Wagub DKI, Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin juga membantah adanya sejumlah tunawisma di kawasan Sudirman-Thamrin sebagaimana ditemukan oleh Risma. Arifin mengaku pihaknya tidak pernah berjumpa dengan tunawisma di kawasan tersebut.

“Selama ini kita nggak pernah dapatkan yang di Sudirman-Thamrin ya,” kata Arifin.

Meski begitu, Arifin mengaku menemukan sejumlah tunawisma di pinggiran Thamrin. Menurutnya, tunawisma tersebut bekerja sebagai pemulung.

“Yang ada (tunawisma) biasanya di dalam ya, di lingkungan lebih dalam. Mereka mengais sisa-sisa barang yang mungkin bisa dia jual-belikan lagi. Kayak semacam manusia gerobak-lah kira-kira,” terangnya.

Golkar Soroti Pentingnya Koordinasi Pusat dan Daerah

Menanggapi polemik tunawisma di Sudirman-Thamrin, Ketua DPP Partai Golkar, Ace Hasan Syadzily memberikan satu usulan. Ia meminta pemerintah pusat dan pemerintah daerah saling berkoordinasi jika ada agenda-agenda tertentu, seperti agenda blusukan.

“Inilah pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam menjalankan tugas sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Kalau blusukannya bu Risma berarti mengajak pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Sosial DKI Jakarta. Maka tidak ada kesimpangsiuran informasi terkait tunawisma,” kata Ace.

Jika ada persoalan, menurut Ace, sebaiknya pemerintah pusat dan daerah saling berkoordinasi untuk melahirkan suatu kebijakan sebagai solusi dari persoalan tersebut.

“Sebaiknya dalam berbagai kegiatan, di mana pun dilakukan dengan pihak-pihak terkait. Selain dalam rangka mengkoordinasikan kebijakan, juga jika ada masalah yang perlu ditangani bersama pemerintah daerah, bisa ditindaklanjuti bersama,” lanjutnya.

Fadli Zon Sebut Gila Pencitraan

Di lain pihak, anggota Komisi I DPR RI, Fadli Zon justru mengkritik aksi blusukan Tri Rismaharini yang menemui tunawisma di kawasan Sudirman-Thamrin. Menurutnya, kecanduan blusukan tidak baik karena dapat menyebabkan gangguan ‘gila pencitraan’.

“Blusukan secara proporsional bagus saja sebagai cara melihat langsung lapangan. Tapi kalau kecanduan blusukan maka harus diperiksa jangan-jangan gangguan ‘gila pencitraan,” kritik Fadli Zon.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top