News

Polisi Punya Bukti Atas Kematian M Fahreza The Jakmania

fahreza

Meninggalnya anggota The Jak Mania Muhammad Fahreza (16) saat akan menyaksikan laga persija melawan Persela di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Polda Metro Jaya menuding pihak keluarga Fahreza melakukan fitnah terhadap pihak kepolisian.

Propam bersama Tim Investigasinya, Fahreza terekam CCTV di pintu 2 SUGBK, korban tidak mendapat pemukulan dari polisi. Kombes Pol Awi Setiyono (18/5) mengatakan, “CCTV memperlihatkan dia sempoyongan dan terjatuh di dekat pintu 2 SUGBK. Pada CCTV tersebut juga tidak terlihat kerusuhannya.”

Pada saat kejadian korban yang langsung diberikan pertolongan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta serta petugaas kepolisian. Fahreza yang juga ditemukan telah mengalami luka luar di sejumlah bagian tubuh.

Awi menambahkan, “Korban mengalami luka di bagian atas, bawah hidung, dan tengah. Benjol di kepala bagian atas kepala, pipi kiri luka gores dan baret pada tangan kiri. Kemudian oleh petugas korban dibawa ke pintu 2. itu dekat dengan posko kita karena disitulah ambulance berkumpul.”

Saat di mobil ambulance, petugas sudah menanyakan identitas korban dan langsung menghubungi kakak korban. Sementara, temannya yang ikut nonton ditawari petugas untuk membawa korban ke RS terdekat. Korban menolak dengan alasan menunggu kakaknya, kira-kira 30 menit datanglah sekitar 5 orang ke ambulance yang mangku teman dan kakak korban M Fahreza. dan setelahnya korban ‘Fahreza’ dibawa pulang sekitar pukul 00.30 WIB.

Pada pukul 02.00 WIB M Fahreza dibawa ke RS Andika oleh kakaknya. “Pengakuan tidak ingin diambil scan, dengan alasan tidak memiliki uang yang cukup. Maka korban dibawa kembali ke rumah.” Ujar Awi.

Setelah itu Fahreza kembali dibawa ke RS Marinir Cilandak KKO untuk mendapat perawatan. “Saat perjalanan menuju Rumah Sakit Cilandak KKO Fahreza dibonceng oleh kakaknya dan diapit oleh orangtuanya. dan pada pukul 08.00 korban ‘Fahreza meninggal dunia.”

Awi menambahkan, “Luka yang diderita korban belum diketahui penyebabnya, karena dalam penyelidikan kesulitan kita karena keluarga tidak mau dilakukan visum maupun otopsi sehingga menghambat proses penyelidikan.”

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top