News

Para Politikus Ramai-ramai Menyoal Kecurangan Pemilu

Para Politikus Ramai-ramai Menyoal Kecurangan Pemilu

Sejumlah politikus ramai-ramai menyoal kecurangan Pemilu. Mulanya, Menko Polhukam Mahfud Md menanggapi pernyataan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono yang menyebut ada tanda-tanda Pemilu 2024 tidak jurdil (jujur dan adil).

Mahfud Md menyatakan Pemilu pasti diwarnai dengan kecurangan, termasuk yang terjadi di zaman SBY.

“Ada atau tidak ada tudingan dari pak SBY, Pemilu pasti diwarnai kecurangan. Pada zaman pak SBY juga banyak kecurangan. Sebagai hakim MK ketika itu, saya tahu itu. Tapi kecurangan yang terjadi bukan kecurangan yang dilakukan pemerintah terhadap parpol, melainkan kecurangan antar pendukung parpol sebagai kontestan pemilu,” kata Mahfud Md.

Mahfud Md menegaskan dirinya mengetahui kecurangan Pemilu saat menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi (MK). Saat itu, lanjut dia, ada gugatan perolehan suara ke MK.

“Buktinya mereka menggugat ke MK atas hasil perolehan suara yang diperoleh partai lain. Bahkan ada juga yang menggugat karena merasa dicurangi oleh sesama anggota partai,” tegas Mahfud Md.

“Jadi beda dengan zaman Orde Baru, dulu curangnya vertikal dilakukan oleh penguasa, sekarang curangnya horizontal, terjadi antarkelompok rakyat yang sama-sama ikut Pemilu,” sambungnya.

Politikus Ramai-ramai Menyoal Kecurangan Pemilu

Ketua DPP NasDem Willy Aditya mengatakan sah-sah saja SBY dan Mahfud Md berbicara soal kecurangan Pemilu dalam politik. Willy menyebut iklim politik di sini suka dengan hal-hala yang dramatic.

“Namanya dunia politik, semua itu jadi sah-sah saja. Pak Mahfud sah menyatakan begitu karena memang pada kenyataannya selalu terjadi sengketa dalam Pemilu,” kata Willy (22/9/2022).

Demikian juga pak SBY, sah juga menyatakan begitu. Wong dia cuma menyatakan dugaan, melihat tanda-tanda dan sebagainya. Kan nggak bisa dilarang hal semacam itu. Apalagi iklim politik kita suka dengan hal-hal dramatic semacam itu,” sambungnya.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon sepakat dengan pernyataan SBY yang menyebut ada tanda-tanda Pemilu 2024 tidak jurdil. Fadli Zon menegaskan Pemilu dari waktu ke waktu belum sepenuhnya jujur dan adil.

“Itu kan pendapat pak SBY. Sah-sah saja orang berpendapat. Memang Pemilu kita belum sepenuhnya jurdil dari Pemilu ke Pemilu kalau menurut saya,” kata Fadli Zon, Kamis (22/9/2022).

“Selalu ada masalah dan kecurangan, baik kecurangan sistemik, terstruktur dan masif. Ya kita sama-sama tahu lah udah lama jadi orang Indonesia. Jadi pernyataan itu saya kira lebih kepada statement politik pak SBY akan ikut campur tangan lagi dalam partainya. Menurut saya sah-sah saja,” imbuhnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Dewan Syuro PKB Maman Imanulhaq mengaku optimis Pemilu dari waktu ke waktu terus mengalami perbaikan. Maman menyebut perihal kecurangan harus dibuktikan dengan ketentuan/aturan yang ada.

“Jadi saya termasuk orang yang lebih optimis bahwa dari Pemilu ke Pemilu kita bisa memperbaiki. Soal kecurangan, kita nggak tahu bagaimana dan itu harus dibuktikan lewat sistem yang resmi. Kalaupun itu ada, itu tetap tidak memengaruhi hasil dari produk Pemilu karena itu disahkan oleh KPU,” tutur Maman, Kamis (22/9/2022).

SBY Bicara Tanda-tanda Pemilu 2024 Tidak Jurdil

Sebelumnya, Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebut ada tanda-tanda Pemilu 2024 diselenggarakan dengan tidak jurdil. Itulah mengapa, SBY menegaskan akan turun gunung menghadap Pemilu mendatang.

“Para kader mengapa saya harus turun gunung menghadapi Pemilihan Umum 2024. Saya mendengar, mengetahui bahwa ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil,” kata SBY belum lama ini.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top