News

Polri Ikut Awasi Pengusutan Internal Kasus Tewasnya Herman

Polri Ikut Awasi Pengusutan Internal Kasus Tewasnya Herman

Mabes Polri mengatakan bahwa timnya itu mengawasi penanganan kasus dugaan penganiayaan Herman (39). Ia adalah salah satu tahanan di Polresta Balikpapan, Kalimantan Timur yang dikabarkan meninggal dunia.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigadir Jenderal Rusdi Hartono menerangkan, pengawasan kerja internal kepolisian tersebut tengah dilakukan oleh Propam Mabes Polri. Namun, ia mengatakan pengusutan kasus tersebut saat ini ditangani oleh bidang Propam Polda Kaltim.

“Itu telah ditangani Polda Kalimantan Timur. Divisi Propam Polri mengawasi penanganan kasusnya,” terang Rusdi, Minggu (7/2/).

Ia pun belum bisa menerangkan lebih lanjut terkain proses penanganan kasus tersebut. Di mana, dalam perkara ini pihak polisi dituduh melakukan penganiayaan hingga membuat seorang tahanan kehilangan nyawa. Rusdi juga meminta agar semua pihak bisa menunggu hasil penelusuran Propam atas kasus tersebut.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Kalimantan Timur, Kombes Ade Yaya Suryana menuturkan bahwa pihak Propam telah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang anggotan Polresta Balikpapan. Namun, masih belum diungkap secara rinci terkait permasalahan tersebut.

“Proses Propam tengah berlangsung. Setidaknya ada enam anggota Polresta Balikpapan telah dilakukan pemeriksaan,” terang Ade Yaya.

Herman sendiri merupakan seorang pemuda yang berdomisili di Balikpapan Utara yang tengah berperkara setelah ditangkap polisi atas kasus dugaan pencurian HP. Kuasa hukum korban, Fathul Huda Wiyashadi mengatakan, Herman dijemput oleh tiga orang polisi berpakaian sipil di rumahnya.

Lihat Juga: Maklumat Kapolri, Ancaman Terhadap Tugas Wartawan dan Media

Ia ditangkap tanpa surat penangkapan atau informasi mengenai dugaan pidana yang dijatuhkan kepada Herman. Menurut kuasa hukum dari LBH Samarinda itu, Herman dijemput dalam kondisi telanjang dada sekitar jam 23.00 WITA, pada Rabu (2/12/2020).

Rusdi pun meminta agar setiap pihak dapat menunggu hasil dari penelusuran Propam terkait dengan masalah tersebut.

Terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim, Kombes Ade Yaya Suryana mengatakan bahwa pihak Propam sudah melakukan pemeriksaan terhadap enam anggota Polresta Balikpapan. Namun demikian, belum dirincikan lebih lanjut terkait dengan pemeriksaan tersebut.

“Proses Propam sedang berlangsung. Setidaknya enam anggota Polresta Balikpapan sudah dilakukan pemeriksaan,” kata Ade Yaya.

Herman sendiri adalah pemuda berdomisili di Balikpapan Utara yang sedang berperkara usai diringkus polisi atas dugaan pencurian handphone.

Kuasa hukum korban dari LBH Samarinda, Fathul Huda Wiyashadi mengungkapkan, Herman ditangkap tiga orang aparat berpakaian sipil di kediamannya. Penangkapan disebut tanpa surat penangkapan ataupun informasi terkait dugaan pidana dituduhkan kepada Herman.

Herman, menurut Fathul, dibawa dalam kondisi telanjang dada sekitar pukul 23.00 WITA, Rabu (2/12) tahun lalu.

“Terdapat 3 orang tidak dikenal datang ke kediaman korban. Mencari korban, di mana Herman. Akhirnya ditemukan di kamarnya, langsung diringkus. Tidak pakai baju dibawa, dimasukkan ke mobil,” cerita Fathul dilansir dari CNNIndonesia.com.

Menurut keluarganya, orang yang menjemput Herman tidak mengatakan alasan penangkapan ataupun akan dibawa ke mana korban. Anggota keluarga akhirnya berinisiatif untuk datang ke Polres Balikpapan Utara dan Polresta Balikpapan dengan asumsi orang-orang yang membawa Herman merupakan polisi.

Namun, tidak sampai 24 dibui, pihak kepolisian memberitahukan kepada keluarga bahwa Herman telah meninggal dunia pada pukul 21.00 WITA, Kamis (3/12/2020). Petugas pun tidak menjelaskan dugaan penyebab meninggalnya pria berusia 39 tahun itu.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top