News

Polri Tetapkan Irjen Ferdy Sambo Jadi Tersangka Kematian Brigadir J

Ferdy Sambo Jadi Tersangka

Eks Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo resmi dijadikan sebagai tersangka dalam kasus penembakan Brigadir J alias Nofryansyah Yosua Hutabarat. Selama ini, ia juga telah ditempatkan di Mako Brimob Kelapa Dua Depok untuk kelancaran pemeriksaan.

“Timsus telah menetapkan saudara FS sebagai tersangka, ,” ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam konferensi pers Selasa (29/8/2022).

Selain  Listyo Sigit Prabowo, konferensi per situ juga turut dihadiri oleh Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Irwasum Polri Komjen Agung Budi Maryoto, Kabareskrim Komjen Agus Ardianto, Dankor Brimob Komjen Anang Revandoko. Selain itu, hadir pula Kabaitelkam Komjen Ahmad Dofiri dan Kadiv Humas irjen Dedi Prasetyo.

Diketahui, Irjen Ferdy Sambo adalah salah satu dari 25 personel yang diperiksa oleh tim khusus terkait sikap tak profesional dalam kasus Brigadir J. Ia juga merupakan salah satu dari 15 personel yang dimutasi dari jabatannya.

Lihat Juga: Sederet Kejanggalan dalam Kasus Polisi Tembak Polisi di Kediaman Irjen Ferdy Sambo

Listyo Sigit Prabowo sebelumnya melakukan mutasi terhadap Irjen Ferdy Sambo dari jabatan Kadiv Propam menjadi perwira tinggi pelayanan markas (Yanma).

Mabes Polri pun menempatkannya ke sebuah tempat khusus yang berada di Mako Brimob demi pemeriksaan lebih lanjut mengenai kasus penembakan di rumah dinas miliknya yang menyebabkan Brigadir J meninggal.

Irjen Ferdy Sambo Diduga Langgar Prosedur Penanganan TKP

Polri menduga Sambo melanggar prosedur penanganan tempat kejadian perkara (TKP) dalam kasus itu. Salah satunya yaitu dengan mengambil CCTV di lokasi kejadian.

Awalnya, Polri menyatakan Brigadir J meninggal dunia karena baku tembak dengan Bharada E. Polri menyebut kejadian itu terjadi setelah Brigadir J melakukan pelecehan seksual pada istri Ferdy Sambo.

Lihat Juga: Terkait Penembakan di Rumah Ferdy Sambo, 25 Anggota Polri Diperiksa Irsus

Setelah itu, kasus ini jadi pembicaraan publik, terutama saat keluarga Brigadir J mengungkap adanya sejumlah kejanggalan. Pihak keluarga curiga kematian Brigadir J bukan dikarenakan baku tembak karena adanya luka sayatan dan patah pada jari tangan.

Kemudian, Polri membentuk tim khusus untuk mengusut kembali kasus ini. Autopsi ulang juga dilakukan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top