News

Polri Usut Pengakuan Freddy Budiman Terkait Bisnis Narkoba

Boy Rafli Amar selaku Kepala Divisi Humas Polri mengatakan bahwa Kapolri Tito Karnavian sudah memerintahkan untuk dapat menyelidiki kebenaran cerita KontraS ‘Haris Azhar’.

“Saya diminta untuk dapat menelusuri dan mendengar dari Haris Azhar, tentang bagaimana ceritanya itu,” Ujar Boy Rafli (29/7).

Haris Azhar menceritakan apa yang dikatakan Freddy Budiman bahwa ada anggota Polisi, BNN, dan aparat Bea Cukai yang terlibat dalam bisnis narkoba yang dijalankannya. Freddy menyebutkan dirinya hanya operator narkoba di Indonesia, sedangkan bossnya berada di Cina. Setiap dirinya akan membawa barang ‘narkoba’ masuk dia terlebih dahulu menghubungi polisi, BNN, dan Bea Cukai untuk koordinasi dalam proses distribusi barang haram tersebut.

“Orang-orang yang saya telepon itu semuanya nitip ‘menitip harga’,” kata Freddy kepada Haris seperti tertulis dalam pernyataannya. Harga yang dititipkan itu beragam. Dari Rp 10 ribu hingga Rp 30 ribu. Freddy tak pernah menolak. Sebab dia tahu harga sebenarnya yang dikeluarkan pabrik hanya Rp 5.000 per butir. “Makanya saya tidak pernah takut jika ada yang nitip harga ke saya,” kata Freddy.

Boy Rafli menambahkan selain memerintahkan dirinya, Propam Polri juga ikut ditunjuk oleh Kapolri untuk dapat menyelidiki kebenaran dari testimoni Freddy Budiman.

“Iya, Propam juga mencari tahu kebenaran info itu,” pungkas Boy Rafli.

Sampai saat ini Boy Rafli belum bertatap muka langsung dengan Haris Azhar. dirinya hanya baru mendengar keterangan tersebut dari media online dan TV.

Kepala Divisi Humas Polri ini mengaku bahwa belum dapat mengetahui tindaklanjut Kepolisian setelah nanti bertemu Haris Azhar. Akan tetapi dirinya memastikan akan mempelajari informasi yang akan diberikan oleh Haris.

“Segala sesuatu harus terbukti keakuratannya, jangan percaya gitu aja,” ujar Boy.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top