News

PPKM Level 4 Dilanjutkan, Ada Relaksasi Untuk Usaha Kecil

PPKM Level 4 Diperpanjang

Pemerintah akhirnya memperpanjang PPKM Level 4 di beberapa wilayah di Pulau Jawa dan Pulau Bali sampai 2 agustus mendatang. Kebijakan kembali diperpanjang untuk menekan paparan virus Corona. Awalnya, pemerintah memberlakukan PPKM darurat 3-20 Juli saat kasus mulai melonjak tajam. Kemudian diperpanjang dengan istilah baru ‘PPKM level 4’ pada 20-25 Juli.

“Dengan pertimbangan aspek kesehatan, aspek ekonomi serta dinamika sosial. Saya putuskan untuk meneruskan pemberlakukan PPKM Level 4 mulai tanggal 26 Juli hingga 2 Agustus 2021,”ujar Presiden Joko Widodo melalui konferensi per virtual, Minggu (25/7/2021) malam WIB.

Relaksasi PPKM Level 4

Namun dalam penerapan kebijakan kali ini, pemerintah bakal melakukan sejumlah penyesuaian terkait kegiatan dan mobilitas. Dalam pelonggaran PPKM Level 4, beberapa peraturan mengalami perubahan.

Pasar rakyat yang menjual kebutuhan sembako sehari-hari diizinkan buka dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Pasar rakyat yang menjual barang selain kebutuhan pokok juga diizinkan buka dengan kapasitas maksimum 50% dengan batas jam buka hingga pukul 15.00 WIB. Selain itu usaha-usaha kecil seperti PKL (pedagang kaki lima) diperbolehkan buka hingga jam tertentu.

“PKL, toko kelontong, agen/outlet voucher, tempat potong rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, tempat cuci kendaraan serta usaha kecil lain sejenisnya diperbolehkan buka dengan prokes ketat hingga pukul 21.00 yang aturan teknisnya diatur oleh pemda,” ucap Jokowi.

Lihat Juga: Ganti Nama Jadi PPKM Level 4, Ini Syarat Perjalanan Terbaru

“Warung makan, PKL, lapak jajanan serta sejenisnya yang mempunyai tempat usaha di ruang terbuka diperbolehkan buka dengan prokes ketat hingga pukul 20.00 WIB. Serta paling lama waktu makan untuk tiap pengunjung 20 menit,” lanjut Joko Widodo dalam konferensi pers terkait perpanjangan PPKM level 4 yang disiarkan secara daring.

Selain itu, pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menuturkan pelaksanaan resepsi pernikahan kembali diperbolehkan. Namun, dengan catatan hanya dihadiri oleh 20 tamu undangan dalam satu ruangan, tapi makan di tempat masih dilarang.

“Pelaksanaan resepsi pernikahan bisa dilakukan dengan maksimal 20 undangan dan tak makan di tempat dengan menerapkan prokes secara ketat,” kata Luhut dalam konpres virtual, Minggu (25/7/2021).

Aturan resepsi pernikahan tersebut hanya berlaku untuk daerah yang statusnya PPKM Level 3 yang berada di 33 Kabupaten di Pulau Jawa dan Bali.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top