News

PPP Tepis Busyro Soal KPK Lumpuh dan Komisaris untuk Jongos Politik

PPP Tepis Busyro Soal KPK Lumpuh dan Komisaris untuk Jongos Politik

Mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas membeberkan ‘success story’ yang diraih Presiden Joko Widodo (Jokowi) selama ini. Salah satu ‘success story’ yang disebutkan Busyro adalah KPK lumpuh di era pemerintahan Jokowi.

Menanggapi hal itu, Wasekjen PPP Achmad Baidlowi alias Awiek menepis semua pernyataan Busyro yang disebutnya success story Jokowi itu. Awiek menyebut KPK saat ini masih memiliki taji mengungkap kasus korupsi besar.

“KPK lumpuh? Kami tidak melihat itu karena nyatanya KPK masih bertaji untuk mengungkap kasus-kasus besar,” kata Awiek, Minggu (20/6/2021).

Awiek kemudian menyoroti alih status menjadi ASN yang ‘menyingkirkan’ sejumlah pegawai di badan KPK, seperti penyidik senior Novel Baswedan. Menurut dia, pergantian pegawai adalah hal yang wajar.

“Masa depan KPK bukan ada pada orang per orang, tapi pada sistem. Soal ada pergantian di pegawai itu biasa saja apalagi atas perintah UU bukan perintah seseorang,” tegasnya.

PPP Kritik Ungkapan Komisaris untuk Jongos Politik

Di sisi lain, Awiek juga mengkritik ungkapan Busyro yang menyebut bagi-bagi jabatan komisaris di BUMN untuk jongos-jongos politik. Dia menyebut sebagai sosok yang berpendidikan tinggi, ungkapan seperti itu tidak pantas disampaikan ke media.

“Ungkapan komisaris untuk jongos itu terlalu kasar dan kurang elok disampaikan oleh seorang tokoh yang berpendidikan tinggi,” papar Awiek.

Awiek menegaskan jabatan komisaris merupakan kewenangan dari Kementerian BUMN. Dia meyakini orang-orang yang ditunjuk sebagai komisaris di BUMN telah melewati seleksi kelayakan dari Kementerian BUMN.

“Jabatan komisaris merupakan kewenangan dari pemilik saham yaitu Kementerian BUMN, yang tidak semua orang bisa masuk tapi harus memiliki kualifikasi tertentu. Bukan juga seperti ibarat mencomot orang di pinggir jalan, tapi sudah hasil seleksi dari Kementerian BUMN,” terangnya.

‘Success Story’ Jokowi Versi Busyro Muqoddas

Sebelumnya, mantan Ketua KPK Busyro Muqoddas menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) melumpuhkan KPK dengan sempurna. Menurut Busyro, hal itu merupakan bagian dari ‘kisah sukses’ Jokowi.

“Itu melumpuhkan KPK dengan sempurna. Bisa dikatakan sebagau success story dari pak Jokowi. Sampai sekarang mana ada parpol yang menunjukkan sensitivitas mereka terhadap 75 pegawai KPK ini?” kata Busyro, Sabtu (19/6/2021).

Busyro kemudian menyoroti arahan Jokowi terkait tes wawasan kebangsaan (TWK) KPK yang tidak direalisasikan oleh komisioner lembaga antirasuah itu. Dia mengkritik Jokowi lantaran tidak menegur komisioner KPK.

“Kemudian, yang kedua, membangkan terhadap amanat Presiden. Tetapi pembangkangan itu tidak ditegur oleh Presiden,” ungkap Busyro.

“Kita berharap sampai akhir bulan November atau September ini, Presiden membatalkan hasil TWK itu. Maka, kita punya harapan pada negara ini. Jika Presiden sampai saat itu tidak membatalkan TWK dan memulihkan 75 pegawai itu sebagaimana status awalnya, maka kita tak bisa berharap lagi pada Presiden Jokowi,” imbuhnya.

Di sisi lain, petinggi Muhammadiyah itu menyentil ‘aksi’ bagi-bagi jabatan komisaris di BUMN. Dia menyebut aksi bagi-bagi jabatan itu bertentangan dengan prinsip ‘the right man on the right job’.

“Jabatan-jabatan yang terkait dengan fasilitas kenegaraan yang melanggar prinsip kenegaraan yang melanggar prinsip the right man on the right job. Ya komisaris-komisaris dan sejenisnya itu,” papar Busyro.

Mantan pimpinan KPK itu menambahkan aksi bagi-bagi jabatan komisaris di BUMN itu banyak diberikan kepada jongos-jongos untuk kepentingan dukungan politik.

“Itu hanya mainan-mainan saja bagi mereka yang diharapkan akan mendukung pada 2024 mendatang dan bagi mereka yang kemarin sudah berjasa sebagai jongos-jongos politik pada periode pemilu lalu,” ungkapnya.

To Top