News

Pro-Kontra KKB Papua Dicap Teroris, Pemerintah: Jangan Khawatir!

Pro-Kontra KKB Papua Dicap Teroris, Pemerintah: Jangan Khawatir!

Pro dan kontra muncul setelah pemerintah menyatakan kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua sebagai organisasi teroris. Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PKS Achmad Dimyati Natakusumah menyebut KKB Papua dan teroris adalah dua hal yang semestinya tidak ‘disatumaknakan’

“KKB sebetulnya dengan teroris itu lebih condong ke pengeboman dan tidak ada korps-nya itu loh. Tapi itu tadi, ya karena memang sudah mungkin frustasi ya, yaudahlah dilabel teroris biar cepat beres ini, biar cepat tuntas gitu,” kata Dimyati.

Dimyati kemudian mengungkap kemungkinan buruk yang timbul akibat cap teroris disematkan kepada KKB Papua. Politikus PKS itu menyebut perlakuan terhadap kelompok bersenjata dan teroris semestinya berbeda.

“Negatifnya ini berbahaya kalau semua teroris gitu loh. Ini kriminal bersenjata kan macam-macam. Kalau ada geng yang pakai sajam, pakai golok, banyak tuh kelompok-kelompok seperti itu kan, apa itu dinyatakan teroris juga?” tegas Dimyati.

“Memang harus pendekatan persuasif pembinaan. Kalau teroris ya harus dimusnahkan, dibasmi dihukum. Kalau kelompok (bersenjata) itu dibina, ada pembinaan, pengayoman, penanganannya lebih kepada preventif, restoratif itu,” sambungnya.

Arsul Sani Sepakat KKB Papua Dicap Teroris

Sementara itu, anggota Komisi III DPR RI Fraksi PPP Arsul Sani menyatakan sepakat dengan cap teroris yang disematkan pada KKB Papua. Arsul menyebut KKB Papua melancarkan aksi teror kepada masyarakat sipil.

“Mendukung keputusan pemerintah untuk menetapkan KKB sebagai pelaku terorisme. Setidaknya ada dua alasan, KKB belakangan ini tidak saja menyerang aparatur negara baik TNI-Polri, tetapi juga sudah melakukan perbuatan-perbuatan teror terhadap rakyat sipil biasa,” ucap Arsul.

Adapun anggot Komisi III DPR RI Fraksi PKB Jazilul Fawaid juga menyatakan sepakat dengan cap teroris untuk KKB Papua. Jazilul menilai KKB Papua perlu mendapatkan tindakan keras dan terukur demi tercapainya ketertiban.

“Kita sepakat KKB mesti ditumpas, apapun labelnya. KKB dapat saja dikategorikan teroris sebab menebar ketakutan dan kekerasan bahkan pembunuhan. Hemat saya perlu tindakan yang keras dan terukur agar tidak muncul tindakan yang mengancam ketertiban dan kedaulatan negara,” tegas Jazilul.

Pemerintah: Jangan Khawatir!

Pemerintah melalui Tenaga Ahli Utama KSP Donny Gahral meminta masyarakat Papua tidak khawatir dengan cap teroris yang disematkan untuk KKB di sana. Donny menegaskan maksud pelabelan teroris untuk KKB ini justru memiliki tujuan baik, khususnya untuk masyarakat Papua.

“Masyarakat Papua tidak perlu khawatir, baik yang ada di Papua maupun yang ada di perantauan. Pemerintah melabelisasi ini justru untuk melindungi seluruh masyarakat Papua yang selama ini merasa terancam oleh kekerasan yang dilakukan kelompok separatis teroris ini yang tentu saja perlu segera diatasi,” papar Donny.

Donny menjelaskan pelabelan teroris untu KKB Papua sejalan dengan peraturan yang berlaku, dalam hal ini UU Nomor 5 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Petinggi KSP itu kemudian membeberkan tiga ciri-ciri suatu kelompok bisa dicap teroris.

“Ciri-ciri itu pertama, tentu saja ada organisasnya. Yang kedua, ada motif politik, yang jelas di situ motif politiknya adalah memisahkan diri dari NKRI, separatism. Ketiga, menggunakan kekerasan untuk menciptakan rasa takut secara luas di masyarakat. Jadi ini sudah masuk ke dalam cici-cici organisasi teror,” terang dia.

Sebelumnya, pemerintah menyematkan label teroris kepada KKB Papua. Mahfud MD selaku Menkopolhukam meminta aparat penegak hukum segera melakukan tindakan tegas dan terukur.

Mahfud juga mengingatkan aparat penegak hukum agar tidak ‘salah’ melakukan tindakan tegas alias menyasar ke masyarakat sipil.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top