News

Pro Kontra Tes PCR Jadi Syarat Perjalanan Udara

Pro Kontra Tes PCR Jadi Syarat Perjalanan Udara

Belakangan aturan terkait wajib tes PCR untuk syarat naik pesawat menjadi kontroversi. Sebagian kalangan menilai aturan ini menjadi salah satu cara untuk memberantas COVID-19. Namun tak sedikit yang menganggap hal tersebut malah memberatkan dan tak konsisten sebab tak berlaku untuk moda transportasi lainnya.

Terkait aturan ini tertulis dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri No 53 Tahun 2021 mengenai Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3, 2 dan 1 COVID-19 Jawa-Bali.

Dalam peraturan itu tercantum bahwa calon penumpang pesawat wajib membawa tes reverse transcription polymerase chain reaction alias RT-PCR yang resmi berlaku 24 Oktober 2021.

Tanggapan Pemerintah

Luhut Binsar Pandjaitan selaku Koordinator PPKM Jawa-Bali menegaskan pemerintah berupaya untuk terun menjaga dan mengendalikan kasus COVID-19. Menurutnya, mobilitas masyarakat kembali meningkat selama beberapa minggu terakhir, sehingga diperlukan keseimbangan di tengah relaksasi.

“Bisa kami sampaikan bahwa hal ini bertujuan untuk menyeimbangkan relaksasi yang dilakukan pada aktivitas masyarakat, utamanya pada sektor pariwisata,” terang Luhut saat Evaluasi PPKM, Senin (25/10/2021).

Lihat Juga: Presiden Perintahkan Harga Tes PCR Turun

“Perlu dipahami bahwa peraturan PCR ini diberlakukan sebab kami lihat risiko penularan makin meningkat akibat mobilitas naik dalam beberapa pekan terakhir,” imbuhnya.

Jokowi Minta Harga Tes PCR Diturunkan

 Walau begitu, Presiden Jokowi akhirnya meminta harga tes PCR diturunkan menjadi Rp 300.000. Penurunan harga ini untuk mengurangi beban masyarakat di tengah kebijakan tes PCR sebagai syarat naik pesawat.

Tidak hanya soal harga, masa berlaku PCR untuk naik pesawat juga diperpanjang menjadi 3×24 jam. Sebelumnya, tes PCR maksimal berlaku 2×24 jam sebelum hari keberangkatan.

“Arahan Presiden harga PCR bisa turun jadi Rp 300.000 dan berlaku 3×24 jam untuk perjalanan pesawat,” ucap Luhut.

Lihat Juga: Peraturan Baru, Masuk Mall Kini Wajib Tunjukkan Sertifikat Vaksin/Tes PCR

Akan Berlaku Untuk Moda Transportasi Lain

Luhut mengatakan tes PCR akan diwajibkan bagi seluruh moda transportasi secara bertahap. Hal ini untuk mengantisipasi melonjaknya mobilitas menjelang libur natal dan tahun baru. Menurut pengalaman Nataru tahun lalu, Luhut menyebut penerbangan menuju Bali tetap meningkat walaupun PCR menjadi syarat penerbangan, sehingga akhirnya kasus COVID-19 ikut melonjak.

“Secara bertahap penggunaan tes juga diterapkan pada moda transportasi lainnya, selama dalam mengantisipasi periode natal dan tahun baru,” terang Luhut Binsar Pandjaitan.

Selain itu, pemerintah juga meminta masyarakat untuk waspada terhadap gelombang ketiga COVID-19. Apalagi, peningkatan kasus COVID-19 sudah mulai tampai di 105 kabupaten dan kota dalam 2 minggu terakhir.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top