News

Profil Benny Wenda, Yang Kata Pemerintah Bikin Negara Ilusi Papua

Profil Benny Wenda Yang Kata Pemerintah Bikin Negara Ilusi Papua

Kemenko Polhukam mengadakan konferensi pers di Jakarta pada Kamis (3/12/2020) terkait Benny Wenda yang mengumumkan pemerintahan sementara di Papua Barat. Hal ini membuat Mahfud Md meminta Polri untuk bergerak.

“Mengahadapi kasus Wenda yang pertama, dia sudah mengajak untuk melakukan makar, bahkan MPR tadi juga menyebut dia sudah punya niat dan sudah melakukan makar. Pemerintah menanggapi dengan meminta Polri untuk melakukan penegakan hukum,” ujar Mahfud Md.

Mahfud juga menerangkan soal negara ilusi yang dibentuk oleh Benny di Papua. Ia menyebut, Benny tidak memenuhi syarat pembentukan sebuah negara.

Mahfud Md menyebut Benny tidak punya rakyat. Dia menegaskan Benny adalah pemberontak di Papua. Ia juga menyebut Benny tidak memiliki rakyat, selain itu Mahfud Md juga menegaskan kalau Benny adalah pemberontak di Papua. Nah, jika anda belum tau siapa itu Benny Wenda, berikut ini profilnya yang harus anda simak.

Benny Wenda Adalah Orang Papua Asli

Ia adalah putra yang berasal dari Suku Lani di Lembah Baliem, Papua, namun tidak diketahui dengan pasti kapan tanggal kelahirannya. Hanya saja, dalam situs pribadinya tertulis ia lahir pada tahun 1970an.

Masa kecilnya pun banyak dihabiskan di alam pegunungan, ia menyebut dirinya sering membantu merawat kebun. Namun, menurut pengakuannya, saat kecilnya dipenuhi dengan kekerasan dari tentara. Walaupun tinggal di hutan, ia juga menempuh pendidikan. Saat ia SMA, hanya dua orang di sekolahnya yang merupakan orang Papua asli. Sedangkan sisanya adalah anak transmigran yang berasal dari Jawa maupun Sulawesi.

Saat di sekolah itulah, ia mengaku sempat diludahi oleh teman sebangkunya karena ia berkulit hitam. Peristiwa itulah yang membuatnya mengambil peran untuk memimpin Papua.

Baca Juga:

TNI Vs POLRI : Polda Papua dan Kodam VII Cenderawasih Bentuk Tim Usut Bentrok KasonawejaPernah Ditangkap Dan Diadili

Saat Presiden Soeharto lengser, Benny Wenda didaulat menjadi Sekretaris Jenderal Demmak (Dewan Musyawarah Koteka). Dia juga sering terlibat dalam dialog antara Presidium Dewan Papua dengan Pemerintah Pusat, karena PDP menuntut kemerdekaan Papua dari RI.

Benny lalu ditangkap dan ditahan oleh Polisi pada 6 Juni 2002, karena tuduhan terlibat pada aksi penyerangan Markas Polsek Abepura pada tanggal 7 Desember 2000. Dalam peristiwa pengerusakan tersebut bukan saja menimbulkan bangunan rusak, namun juga pencurian senjata dan korban jiwa dari pihak polisi maupun sipil. Namun, pada 27 Oktober 2002 ia berhasil melarikan diri dari tahanan setelah menjebol lubang ventilasi.

Berhasil Kabur Dan Menjadi Warga Negara Inggris

Setelah berhasil kabur dari penjara, Benny masuk ke Papua Nugini dengan bantuan teman-temannya. Adanya bantuan dari LSM Eropa, ia pergi ke Inggris dan pada tahun 2003 berhasil mendapat suaka. Saat ini Benny memiliki status sebagai warga negara Inggris. Dikutip dari BBC, pada tahun 2001 Pemerintah Indonesia memasukkan namanya dalam daftar pencarian Interpol. Ia dituduh melakukan beberapa tindah kejahatan dalam peristiwa di Abepura, termasuk pembunuhan.

Membentuk Serikat Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat

Setelah sekian lama, bersama rekan-rekannya ia membentuk ULMWP (Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat) pada 8 Desember 2014. Ia juga mendapat kepercayaan untuk menjadi pembicara internasional. Bahkan, ia juga melakukan tur untuk mencari negara pendukung Papua Barat Merdeka. Yang sempat menarik perhatian adalah Benny Wenda mendapatkan penghargaan Freedom of Oxford di Kota Oxford, Inggris.

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top