News

Profil dan Skandal Dirut Garuda Ari Askhara

profil dan skandal Ari Askhara

Siapa Ari Askhara? Ari sebelumnya menjabat sebagai direktur utama PT Pelindo III (Persero). Dia bukan orang baru di Garuda.

Ari aksara atau nama lengkapnya “I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra” adalah Direktur Utama atau CEO PT. Garuda indonesia sebelum di pecat dengan teragis, oelh Menteri BUMN Erick Thohir tanggal 5 bulan 12 th 2019 kemaren

Ari Askhara diangkat menjadi CEO berdasarkan :

Akta Pernyataan Keputusan Rapat Perusahaan Perseroan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Nomor 3 tanggal 28 September 2018

jadi dia menjabat selama 433 hari ( 2 Tahun, 9 Bulan, Dan 13 hari)

Pria bali kelahiran Jakarta, 13 Oktober 1971 ( jadi ia berusia 49 Tahun, 9 Bulan, Dan 28 hari saat di pecat)

bergelar pendidikan, Sarjana Ekonomi, Universitas Gadjah Mada, Indonesia (1994) dan Pascasarjana Administrasi Bisnis, International Finance, Universitas Indonesia, Indonesia (2001)

Ari Askhara karir nya di garuda di awali sebagai

  • Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (Desember 2014 – 2015),
  • lalu pindah ke Director of HC, Risk, IT & Procurement PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (April 2016 – Maret 2017)
  • Kemudian menjadi Direktur Utama PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) (Mei 2017 – September 2018) . setelah itu dia menjadi Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk .

Ari Askhara sebelum karir nya tadi dia juga pernah berkarir di :

  • Chief Finance Officer PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) (Mei 2014 – Desember 2014)
  • Head of Natural Resources Group & SOE, Executive Director PT ANZ Bank Indonesia (Desember 2012 – Desember 2014)
  • CFO PT Amstelco TBK (Petrosaudi PE) (Oktober 2011 – Desember 2012) • Director – Structured Finance & Financing Solution Standard Chartered Singapore (Desember 2008 – Oktober 2011)
  • Director – Investment Banking Division Barclays Capital (Agustus 2007 – Desember 2008)
  • Vice President – Corporate Banking Coverage Deutsche Bank AG (Oktober 2005 – Juli 2007)
  • Assistant Vice President – Corporate Banking PT Bank Mandiri Persero Tbk (Juli 1999 – Oktober 2005)
  • Account Officer – PT Bank Ekspor Impor Indonesia (Juni 1994 – Juli 1999)

Belakangan ini, lagi heboh pemecatan Dirut Garuda gara-gara terlibat dalam penyelundupan sepeda motor gede Harley Davidson dengan menggunakan pesawat baru Garuda.

Segala proses penyelundupan ini ketahuan gara-gara pesawat Garuda yang mestinya parkir di halaman bandara, malah langsung masuk ke hangar Garuda. Hal ini memantik kecurigaan pihak bea cukai yang lantas memeriksa muatan kargo pesawat dan menemukan Harley Davidson yang sudah dicopot dalam 18 kotak.

Sebenarnya, sebelum kasus ini merebak, Garuda Indonesia dibawah kepemimpinan Ari Askhara sudah disorot karena beberapa masalah yang menjerat merek.

Berikut Skandal Ari Askhara di Garuda Indonesia

  • Skandal dugaan duopoli Garuda Indonesia dengan Lion Air

Awal tahun 2019, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) melakukan pemeriksaan atas 2 maskapai penerbangan terkait indikasi praktik kartel atau duopoli kenaikan tarif tiket pesawat dan biaya kargo. Mereka adalah Garuda Indonesia Group, yakni Garuda Indonesia, Citilink Indonesia dan Sriwijaya Air serta Lion Air Group (Lion Air, Batik Air dan Wings Air)

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan sejak Februari, pada 5 Juli lalu KPPU memutuskan untuk menaikkan penyelidikan kasus kartel tiket pesawat ke tingkat pemberkasan.

  • Skandal Rangkap jabatan direktur Garuda Indonesia

21 Januari 2019, KPPU mengumumkan hasil penyelidikan atas dugaan pelanggaran rangkap jabatan direksi Garuda Indonesia di susunan komisaris Sriwijaya Air.

Nama Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara, Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah, dan Direktur Utama Citilink Indonesia Juliandra Nurtjahjo juga menjabat sebagai Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Sriwijaya Air, pasca Sriwijaya Air yang memutuskan bergabung menjadi bagian dari Garuda Indonesia Group.

Mereka dianggap melanggar pasal 26 Undang-Undang Nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Dalam UU itu, seseorang yang menduduki jabatan sebagai direksi atau komisaris dari suatu perusahaan pada waktu yang bersamaan dilarang merangkap menjadi direksi atau komisaris apabila berada dalam pasar yang sama, keterkaitan erat di bidang yang sama, dan menguasai pangsa pasar yang menyebabkan terjadinya monopoli.

  • Skandal Garuda Indonesia diduga memonopoli umroh

Akhir Maret 2019, Garuda dilaporkan oleh para pengusaha travel haji dan umrah Kalimantan Selatan atas dugaan praktik monopoli tiket maskapai Garuda kepada KPPU. Mereka protes terhadap kebijakan Garuda dalam pembelian tiket pesawat Garuda tersebut saat gelar pertemuan dengan KPPU Balikpapan di Hotel Rattan Inn Banjarmasin. KPPU kini masih menyelidiki dugaan praktik monopoli ini.

  • Skandal Kasus laporan keuangan Garuda Indonesia

RUPSLB Garuda Indonesia 24 April 2019 menguak perseteruan di manajemen Garuda. Adalah laporan keuangan Garuda yang jadi soal. Garuda Indonesia mencatat laba bersih sebesar US$ 809.850 di sepanjang 2018. Angka ini setara Rp 11,33 miliar. Capaian kinerja Garuda Indonesia ini melonjak dibanding 2017 yang merugi US$ 216,5 juta.

Dalam RUPSLB Garuda, komisaris maskapai ini Chairal Tanjung dan Dony Oskaria menolak laporan keuangan Garuda tersebut. Komisaris Garuda keberatan dengan pengakuan pendapatan Garuda Indonesia atas transaksi Perjanjian Kerja Sama Penyediaan Layanan Konektivitas Dalam Penerbangan, antara PT Mahata Aero Teknologi dengan PT Citilink Indonesia, anak usaha Garuda.

Manajemen Garuda Indonesia yang dipimpin Ari Askhara sudah mengakui pendapatan dari Mahata sebesar US$239,94 juta. Bursa Efek Indonesia (BEI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), hingga Kementerian Keuangan (Kemenkeu) turun tangan dalam laporan keuangan Garuda ini.

Kemenkeu kemudian menjatuhkan sanksi kepada Akuntan Publik (AP) Kasner Sirumapea dan Kantor Akuntan Publik (KAP) Tanubrata, Sutanto, Fahmi, Bambang & Rekan, sebagai auditor laporan keuangan Garuda Indonesia tahun 2018.

Garuda juga kena sanksi OJKdengan denda Rp 100 juta. Direksi Garuda yang tanda tangan laporan keuangan Garuda Indonesia dikenakan masing-masing Rp 100 juta. Secara kolektif direksi dan Komisaris Garuda Indonesia minus yang tidak tanda tangan, dikenakan kolektif Rp 100 juta. Garuda Indonesia juga diminta untuk menyajikan lagi (restatement) laporan keuangan tahun buku 2018.

Garuda juga kena sanksi BEI berupa Peringatan Tertulis III dan denda sebesar Rp 250 juta.

  • Skandal Serikat pekerja Garuda ancam mogok

Bulan April 2019, sempat beredar pemberitahuan rencana pemogokan karyawan Garuda Indonesia yang mengatasnamakan Serikat Karyawan PT Garuda Indonesia (Sekarga) dan Asosiasi Pilot Garuda (APG). Mereka kecewa atas pernyataan pemegang saham Garuda Indonesia, Chairul Tanjung yang menolak laporan keuangan tahun 2018 yang dinilai menyebabkan harga saham Garuda Indonesia jatuh.

Nah, kelompok serikat pekerja ini diduga merupakan bentukan dari Ari Askhara. Makanya mereka ribut.

  • Skandal Garuda Indonesia berselisih dengan Rius Vernandes

Berawal di tanggal 13 Juli 2019, Youtuber Rius Vernandes menunggah kartu menu Garuda dalam bentuk secarik kertas dari kelas bisnis Garuda Indonesia rute Sydney-Denpasar. Postingan menu Garuda ini membawa Rius dilaporkan atas dugaan pelanggaran Undang-Undang ITE tentang pencemaran nama baik. Adalahserikat karyawan Garuda Indonesia (Sekarga) yang melaporkannya. Sekali lagi dilakukan oleh loyalis Ari Askhara.

Atas pelaporan serikat pekerja Garuda ini, Rius lantas dipanggil oleh pihak kepolisian Senin (17/9).Kasus ini akhirnya berakhir secara kekeluargaan antara Garuda Indonesia dengan Rius. Laporan Rius di kepolisian dicabut. Dirut Garuda Ari Askhara kemudian memperbolehkan Rius mengulas penerbangan Garuda kelas pertama secara cuma-cuma.

  • Skandal Peringkat Garuda Indonesia turun

Garuda harus rela peringkatnya dalam dunia penerbangan turun. World Airline Awards dari Skytrax menempatkan kru kabin Garuda Indonesia pada posisi kedua dalam kategori Worlds Best Cabin Crew, turun satu peringkat dari tahun sebelumnya. Selain itu, Garuda Indonesia juga turun peringkat pada kategori Worlds Best Economy Class Airlines di posisi 11 setelah pada tahun lalu berada pada posisi 7.

  • Skandal Selundupan moge Harley dan sepeda Brompton

Desember 2019, Dirut Garuda Ari Askhara terlibat dugaan menyelundupan motor gede Harley dan sepeda Brompton. Dirut Garuda itu dipaksa mengakhiri karirnya di Garuda oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

Menurut Erick, pencopotan dilakukan berdasarkan bukti laporan dari komite audit Garuda Indonesia pada tahun 2018. Audit Garuda itu menyebutm adanya permintaan dari Direktur Utama Ari Askhara yang memberikan instruksi untuk mencari Harley Davidson tipe klasik.

Baca Juga : Gundik / Selir Eks Dirut Garuda “Ari Askhara” Pulang Kampung

Selain 8 masalah di atas, ada dugaan kalau Ari Askhara memiliki perempuan idaman lain. Seorang pramugari dengan inisial PNR. Wanita yang satu ini bahkan katanya dimodali oleh Ari buat operasi plastik. Pernah juga katanya datang ke istri sah Ari buat pamer foto kemesraan dirinya dengan sang mantan Dirut Garuda.

1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Eks Dirut PT Garuda Indonesia Divonis 8 Tahun Penjara - LoperOnline.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Berita Terkini

To Top