News

PSBB Jakarta Diperketat, Perkantoran Wajib WFH

PSBB Jakarta Diperketat, Perkantoran Wajib WFH

Anies Baswedan memutuskan untuk menarik rem darurat di Jakarta guna menekan penularan Covid-19.  Adanya keputusan tersebut mengartikan bahwa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di DKI berlaku seperti awal saat Covid-19 mewabah di ibukota. 

“Maka dengan melihat kedaruratan ini maka tidak ada banyak pilihan bagi Jakarta kecuali menarik rem darurat sesegera mungkin,” kata Anies dalam konferensi pers di Balai Kota Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Hal tersebut diungkapkan Anies dalam rapat gugus percepatan pengendalian Covid-19 di Jakarta sore tadi, menyimpulkan Jakarta akan menarik rem darurat.

Covid-19 Semakin Liar

Sejak 28 Agustus sampai 10 September 2020, DKI Jakarta telah memperpanjang PSBB transisi.

Pada Rabu siang Anies Baswedan mengatakan kondisi epidemiologi Covid-19 di wilayah DKI Jakarta selama sepekan terakhir tergolong mengkhawatirkan.

“Hari ini Gugus Tugas akan mengadakan rapat khusus mengevaluasi perkembangan terakhir kasus Covid-19 di Jakarta karena situasinya mengkhawatirkan, dalam satu minggu terakhir angka positivity rate di Jakarta itu 13,2 persen,” kata Anies kepada awak media.

Secara akumulatif, menurut Anies, sejak awal pandemi persentase kasus terkonfirmasi positif di DKI Jakarta mencapai 6,9 persen.

“Mengapa ini mengkhawatirkan karena kapasitas rumah sakit ada batasnya bila jumlah yang membutuhkan perawatan makin hari makin banyak di atas kemampuan kapasitas rumah sakit dan jumlah tenaga medis maka kita akan menghadapi masalah besar,” ungkapnya.

Baca Juga : Tips Mencegah Penularan COVID-19

Dengan demikian, Anies mengatakan, pemprov DKI bakal menyiapkan sejumlah kebijakan baru terkait penanganan kasus Covid-19, dan menekankan agar perkantoran juga mulai memberlakukan aturan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) dimulai Senin depan.

To Top