News

Pulau Pasir NTT Diklaim Australia, Masyarakat Adat Ancam Bawa ke Pengadilan

Pulau Pasir NTT Diklaim Australia

Sengketa Pulau Pasir NTT Nusa Tenggara Timur (NTT) antara Indonesia-Australia kembali jadi perhatian setelah masyarakat adat Laut Timor meminta Negeri Kanguru untuk meninggalkan pulau itu.

Pemegang Mandat Hak Ulayat Masyarakat Adat Laut Timor Ferdi Tanoni pun mengancam mengajukan gugatan kepemilikan Pulau Pasir ke Pengadilan Commonwealth Australia di Canberra.

“Kalau Australia tidak mau keluar dari gugusan Pulau Pasir, kami terpaksa membawa kasus tentang hak masyarakat adat kami ke Pengadilan Commonwealth Australia di Canberra,” tegas Ferdi Tanoni di Kupang, mengutip Antara, Senin (24/10/2022).

Ketua Yayasan Peduli Timor Barat itu menyatakan klaim Australia atas Pulau Pasir NTT memicu reaksi keras dari masyarakat Indonesia.

Menurutnya, selama ini meski selalu didesak untuk angkat kaki dari gugusan Pulau Pasir, Australia terkesan tidak peduli. Bahkan, terakhir mereka melakukan pengeboran minyak bumi di kawasan pulau tersebut.

“Padahal, kawasan tersebut adalah mutlak milik masyarakat adat Timor, Rote, dan Alor,” kata Ferdi.

Hal tersebut, lanjutnya, terbukti dengan adanya makam para leluhur Rote dan berbagai artefak di gugusan pulau itu.

Lihat Juga: Disebut Australia Sebagai Bali Baru, Ini 5 Fakta Tentang Saipan

Awal Mula Sengketa Indonesia-Australia Soal Pulau Pasir NTT

Sengketa Indonesia-Australia terkait Pulau Pasir NTT sudah terjadi sejak 1974 saat Canberra-Jakarta menyepakati nota kesepahaman (MOU) mengenai batas wilaya teritorial. Kala itu, Australia bergegas mengklaim Pulau Pasir sebagai wilayahnya dan hingga kini masih jadi sengketa dengan Indonesia.

Pulau Pasir ini terdiri dari gugusan pulau kecil tidak berpenghuni. Australia menyebut gugusan pulau ini sebagai Kepulauan Ashmore and Cartier.

Pulau ini berada sekitar 170 km dari Pulau Rote (Roti) NTT dan berjarak 320 km dari pantai barat laut Australia.

Pemerintah Australia lewat lembaga Geoscience Australia pun mengaku bahwa kedekatan pulau ini dengan Indonesia menjadi penyebab sengketa.

“Kedekatan dengan teritori Indonesia telah menyebabkan pulau ini menjadi subjek diskusi resmi bersama pada beberapa tahun terakhir ini,” tulis pernyataan Australia dalam laman tersebut.

Sengketa pulau ini memang tidak terlalu didengar orang Indonesia karena tak sebesar kasus Pulau Sipadan dan Ligitan atau Blok Ambalat antara RI-Malaysia.

Menurut sejarah pra-kolonial, Pulau Pasir NTT adalah wilayah Indonesia. Klaim tersebut berdasarkan sejarah bahwa pulau ini kerap menjadi area transit para nelayan Tanah Air di lepas laut.

Menurut adat dan tradisi warga setempat, masyarakat NTT seharusnya dapat mengakses dan memanfaatkan potensi laut di kawasan pulau itu. Namun, data Polda NTT mengungkap, sejak 2004-2006, sekitar 3.000 nelayan NTT ditangkap oleh Australia karena memasuki kawasan tersebut.

Lihat Juga: Bukan Hanya Pulau Komodo, Ini 5 Tempat Wisata di NTT yang Tak Kalah Keren

Peristiwa terakhir terjadi pada tahun 2021 saat beberapa nelayan ditangkap dan kapal mereka ditenggelamkan polisi perbatasan Australia, lantaran dinilai melanggar batas negara dan mencari ikan di wilayah Pulau Pasir.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top