News

Rencana Kemenhan Modernisasi Alutsista Senilai 1,7 Kuadriliun

Rencana Kemenhan Modernisasi Alutsista Senilai 1,7 Kuadriliun

Kemenhan (Kementerian Pertahanan) berencana untuk membeli alutsista (alat utama sistem persenjataan) TNI. Rencana tersebut tertulis dalam rancangan Perpres mengenai Pemenuhan Kebutuhan Alat Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia Thn 2020-2024 (Alpalhankam).

Dalam rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tersebut tercantum Prabowo Subianto sebagai Menteri Pertahanan merupakan orang yang merancang kebutuhan Alpalhankam TNI dan Kemenhan. Selain itu, dalam rancangan Perpres tersebut juga disertakan nominal yang dibutuhkan untuk belanja alutsista sebanyak USD 124.995.000, atau sekitar Rp 1.788.228.482.251.470 (kuadriliun).

Lihat Juga: Tak Bisa Lacak Drone Bawah Laut China, Ubedilah Pertanyakan Anggaran Kemenhan!

Lalu, ditulis pula bahwa Kemenhan akan meminjam dana kepada negara asing. Rencana peminjaman uang tersebut juga telah ditulis dalam rancangan Perpres tersebut.

Tanggapan Dari Kemenhan RI

Sementara itu, Mayjen TNI Rodon Pedrason, Dirjen Strategi Pertahanan Kemenhan, tak membantah rencana peminjaman uang ke negara asing. Hanya saja Rodon tidak mau menyebutkan berapa jumlah pastinya.

“Proses Perpres tengah berlangsung, kita tunggu. Jumlah pinjaman tak boleh dan tak dapat diekspos sebab itu rahasia negara menurut Undang Undang. Tetapi percayalah pinjaman itu dimaksudkan untuk modernisasi alutsista TNI (AL, AU dan AD) yang dicicil 28 tahun. Jadi pembayarannya tak membebani keuangan negara,” kata Rodon seperti dikutip dari laman detikcom, Senin (31/5/2021).

Diketahui negara yang bakal memberikan pinjaman ke Kemenhan, menurut Rodon, yaitu negara yang mempunyai hak veto di PBB. Selain itu, Rodon juga menegaskan rencana peminjaman tersebut ditujukan untuk modernisasi alutsista RI supaya dapat digunakan dalam jangka panjang.

Lihat Juga: Indonesia Beli Sukhoi Su-35 Flanker Untuk Perkuat Pertahanan Udara

“Yang meminjamkan malah negara-negara yang memiliki hak veto di PBB. Yang dipercaya tak bakal meninggalkan Indonesia sendirian di dunia Internasional,” tuturnya.

“Negara memang berencana akan melakukan peminjaman luar negeri untuk modernisasi alutsista yang mulai harga mahal, teknologi tinggi, namun dapat digunakan dalam waktu lama untuk menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, serta keselamatan bangsa. Mengapa bisa jumlahnya tinggi, sebab memang jumlah alutsista yang bakal dibeli juga kuantitasnya banyak supaya TNI siap untuk menjaga kepentingan nasional kita,” terang Rodon.

To Top