News

Reog Ponorogo Diklaim Malaysia, RI Tak Ingin Kecolongan

Reog Ponorogo Diklaim Malaysia, RI Tak Ingin Kecolongan

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan pemerintah Malaysia ingin mendaftarkan kesenian Reog Ponorogo ke UNESCO.

"Untuk Reog, Negara Malaysia rencananya mau ajukan juga, maka dari itu kita harus lebih dulu. Karena ini kan sudah menjadi budaya dan warisan kita," kata Muhadjir lewat keterangan resmi yang dirilis Kemenko PMK dikutip Sabtu (9/4/2022).

Melihat rencana tersebut, Muhadjir lalu meminta agar pemerintah Ponorogo, Jawa Timur, segera mendaftarkan kesenian Reog Ponorogo supaya diakui UNESCO.

Lihat Juga: Budaya Hawker Singapura Diakui Sebagai Warisan Dunia Takbenda Oleh UNESCO

Apalagi, kesenian Reog adalah budaya khas Indonesia. Tidak lupa dia meminta agar data-data pendukung yang dibutuhkan segera dipersiapkan.

RI Sudah Ajukan Berkas Pengsulan Reog Ponorogo ke ICH Unesco

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Revolusi Mental, Pemajuan Kebudayaan dan Prestasi Olahraga Kemenko PMK, Suhardi, menyampaikan berkas pengusulan dan kelengkapan Reog sudah diterima Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbudristek.

Bahkan, berkas tersebut sudah diajukan ke Sekretariat ICH Unesco pada 31 Maret 2022. Berkas itu diajukan bersama nominasi lain, yaitu Tenun Indonesia, Kolintang, Tempe dan Jamu.

"Secara kesiapan video foto dan dokumen sudah disiapkan Kabupaten Ponorogo. Sebelumnya juga sudah diterima oleh Kemendikbud, tapi sampai hari ini belum ada pengumuman lagi," ujar Didik.

Lihat Juga: Minta Maaf, Adidas Akui Wayang Kulit dari Indonesia

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko juga mengaku sudah memberikan penjelasan mengenai penggunaan bulu merak dan kulit harimau dalam Reog Ponorogo dalam sesi wawancara bersama UNESCO.

Ia menjelaskan bulu merak itu bukanlah dicabut. Namun dalam kurun waktu tertentu bulu tersebut lepas dengan sendirinya dari tubuh merak. Sementara kulit harimai kini telah diganti dengan kulit kambing yang diolah sedemikian rupa sehingga mirip dengan kulit harimau.

Sugiri menyampaikan pihaknya akan terus berupaya dan bekerja keras agar Reog Ponorogo diakui oleh dunia.

"Kami akan terus bekerja keras agar ini bisa berhasil lolos. Mohon doanya juga kepada seluruh masyarakat Ponorogo," kata Sugiri.

Reog Ponorogo sendiri adalah pertunjukan seni tradisional masyarakat Ponorogo yang di dalamnya memuat unsur-unsur penari jatil, bujangganong, warok, kelanasewandana dan barongan.

Lihat Juga: Bangga! Gamelan Bali Bakal Iringi Game PS5 Kena: Bridge of Spirits

Tarian itu diiringi oleh instrument khas yang terdiri dari gong, kethuk-kenong, kendang, slompret, angklung dan tipung.

Sebelumnya Pemkab Ponorogo juga pernah mengusulkan Reog Ponorogo ke ICH UNESCO pada 2018, namu tidak berhasil. Saat itu, Gamelan Indonesia yang lolos dan diakui UNESCO pada 15 Desember 2021.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top