News

RI Disebut Episentrum Covid-19 Dunia, PD: Bukti Pemerintah Tak Mampu

RI Disebut Episentrum Covid-19 Dunia, PD: Bukti Pemerintah Tak Mampu

Media asing The New York Times menyebut Indonesia kini menjadi episentrum Covid-19 di dunia. Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat (PD) Syarief Hasan mempersoalkan penanganan Covid-19 di Indonesia.

Syarief merasa heran dengan pernyataan pihak pemerintah yang menyebut Covid-19 di Tanah Air terkendali. Padahal, lanjut dia, munculnya julukan Indonesia sebagai episentrum Covid-19 menandakan ketidakmampuan pemerintah dalam menangani pandemi ini.

“Pemerintah selalu mengatakan Covid-19 masih terkendali. Namun data dan informasi dari media sekelas The New York Times membuktikan pemerintah tidak mampu mengendalikan kasus Covid-19 di Indonesia,” kata Syarief, Selasa (20/7/2021).

Syarief kemudian meminta pemerintah melarang warga India dan China masuk ke RI. Menurut dia, varian Delta tidak mungkin ‘mampir’ ke Indonesia jika tidak dibawa oleh warga negara asing.

“Pemerintah harus tegas dalam mengambil kebijakan pembatasan pergerakan masyarakat. Juga, harusnya melarang masuknya WNA dari India maupun China yang berpotensi terus menyebarkan varian baru Delta Covid-19,” terang Syarief.

“Mengherankannya, pemerintah masih membiarkan masuknya WNA asal India dan China yang dulunya menjadi episentrum Covid-19. Sebuah ironi, sebab tidak mungkin varian dari luar negeri tersebut masuk tanpa melalui perantara dari luar negeri,” imbuhnya.

Wakil Ketua MPR RI itu mengaku heran dengan kebijakan pemerintah yang membatasi mobilitas masyarakat dalam negeri, namun masih mengizinkan WNA masuk ke Tanah Air. Menurut dia, hal itu dapat membuat masyarakat tidak percaya terhadap pemerintah.

“Masyarakat dibatasi pergerakannya, sebagian besar kegiatan perkantoran dipindahkan ke rumah, ibadah dan belajar mengajar juga demikian. Namun, WNA masih dibiarkan masuk yang berpotensi menggerus kepercayaan masyarakat dan membuat masyarakat tidak percaya. Segera kembalikan kepercayaan masyarakat!” tegasnya.

Satgas Bersuara Soal RI Jadi Episentrum Covid-19 Dunia

di sisi lain, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito juga menanggapi sorotan media asing yang menyebut RI sebagai episentrum Covid-19 dunia. Wiku membeberkan hasil PPKM Darurat yang sudah dilaksanakan selama dua minggu.

“Saat ini penerapan PPKM Darurat bertahap sudah menunjukkan hasilnya dan salah satunya penurunan mobilitas dan penurunan jumlah kasus harian,” kata Wiku.

Wiku menegaskan pemerintah akan tetap berusaha keras untuk menangani Covid-19. Dia meminta masyarakat untuk terlibat dalam penanganan pandemi ini.

“Oleh karena itu, pemerintah dan seluruh elemen masyarakat akan berupaya keras agar secepatnya lonjakan kasus di Indonesia ini dapat segera melandai dan terkendali,” tegasnya.

Jubir Satgas Penanganan Covid-19 itu juga meminta masyarakat agar tidak panik. Dia tidak lupa mengingatkan masyarakat agar tetap patuh terhadap protokol kesehatan. Sebab, kepatuhan terhadap protokol kesehatan dapat meminimalisir penularan Covid-19.

“Dimohon agar masyarakat tidak panik dan tetap tenang. Jika protokol kesehatan diterapkan secara sempurna dan aktivitas berisiko dapat diminimalisir dengan baik, peluang penularan tentunya akan semakin rendah,” sambungnya.

RI Disorot Media Asing

Sebelumnya, surat kabar dari Amerika Serikat The New York Times menyebut RI sebagai episentrum Covid-19 dalam artikelnya yang berjudul ‘The Pandemic Has a New Epicenter: Indonesia’.

The New York Times menyoroti kasus kemamtian harian akibat Covid-19 di Indonesia yang melampaui India dan Brasil. Selain itu, surat kabar Amerika Serikat itu menyinggung soal vaksinasi.

“Lonjakan Covid-19 ini merupakan bagian dari gelombang di seluruh Asia Tenggara, di mana tingkat vaksinasi rendah. Meski begitu, negara-negara sampai saat ini masih mengendalikan virus Corona relatif baik,” tulis laporan dari The New York Times.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top