News

Ribut Sidang DPD, Basri Merasa Tidak Dihargai

Kericuhan yang terjadi saat sidang Dewan Perwakilan Daerah ‘DPD’ RI, diklarifikasi DPD asal Maluku Utara ‘Basri Salama’. Dirinya mengakui dirinya hanya ingin menyampaikan usulan kepada pimpinan terkait dengan masalah yang sedang dihadapi.

“Saya merasa cemas dengan keadaan yang terjadi saat ini,” Ujar Basri S (12/4).

Basri menambahkan, sudah banyak uang rakyat yang dihabiskan tetapi kewenangan lembaga tak berarti dalam memperjuangkan aspirasi Daerah. “Maka dari itu saya ingin mengusulkan agar laporan reses harus diubah modelnya.”

Saat penyampaian laporan reses wakil pemerintah turut dihadirkan. “Selama ini, laporan reses kami selalu tidak di tindaklanjuti.” ujar Basri dalam usulannya.

Pada saat dirinya meminta untuk bicara sekaligus ingin menengahi kericuhan, pimpinan tidak memberi kesempatan padanya. dan kejadian seperti itu selalu saja terjadi saat ia berbicara.

“Pimpinan sudah terlanjur memandang saya sebagai musuh. hal inilah yang membuat saya merasa tersinggung. karena pimpinan tidak merespon interupsi saya,” Cetusnya menambahkan.

Permohonan maafnya atas kejadian tersebut telah disampaikan oleh Basri. “saya mohon maaf, demi Allah tidak ada sedikitpun niat untuk membuat kericuhan. Saya marah karena setiap laporan reses yang kami sampaikan tidak ada tindaklanjutnya,” Ujar basri.

Perlakuan pimpinan terhadap Basri sudah terjadi berulang-ulang . “Sekali lagi, saya mohon maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas kejadian memalukan yang menimpa lembaga ini,” Ucjar Basri.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top