News

Roy Suryo : Tangkap Dosen UGM Bagas Pujilaksono!, Provokasi Berujung Teror Seminar UGM

Roy Suryo : Tangkap Dosen UGM Bagas Pujilaksono!, Provokasi Berujung Teror Seminar UGM

Pakar hukum Benny K Harman mengingatkan kembali ciri-ciri ‘negeri mafia’. Yakni, rakyatnya diteror, intelektualnya dibungkam.

“Selamat pagi republik. Negeri mafia. Siapa yang meneror, dia yang menyelidiki. Hasilnya ambyaaar. Itulah ciri negeri mafia, rakyat diteror, dibungkam intelektualnya. Mereka itu menyebut Tuhan dimana-mana tapi yang mereka sembah adalah mamon. Happy sunday. Liberte!,” tulis Benny di akun Twitter @BennyHarmanID.

Kendati tidak menyebut teror seminar “Pemakzulan Presiden” di UGM, Yogyakarta, pesan Benny Harman itu merupakan sindiran keras, yang mengarah kepada pihak tertentu.

Di sisi lain, Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan hingga kini belum ada korban teror dalam diskusi Constitutional Law Society (CLS) Fakultas Hukum UG) yang membuat laporan ke kepolisian.

Sedangkan, Kabid Humas Polda DIY Kombes Yulianto menuturkan, pihaknya masih terus mengumpulkan petunjuk tentang peristiwa teror dan intimidasi tersebut.

Mantan Menpora yang juga warga Yogyakarta Roy Suryo mendesak kepolisian untuk menangkap dosen UGM Bagas Pujilaksono. Berdasarkan surat terbuka yang viral, Bagas menyebut diskusi  “Persoalan Pemecatan Presiden di Tengah Pandemi Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan” merupakan gerakan makar dan pelaksana kegiatan harus ditindak tegas.

“Sesuai Twit Prof @mohmahfudmd @PolhukamRI ini berarti jelas yang salah paham TOR & kemudian membuat Provokasi di berbagai SocMed yang mengakibatkan teror ke @UGMYogyakarta UIIYogyakarta & @muhammadiyah adalah si KPH Bagas [email protected]_Polri harus tangkap oknum ini!,” tegas Roy di akun Twitter @KRMTRoySuryo2.

Menurut Roy, jika Kepolisian tidak memproses Bagas Pujilaksono, maka statement Menkopolhukam Mahfud MD tidak ada gunanya sama sekeli.

“Tweeps, selain surat resmi dari Dekan FH @UGMYogyakarta yang sudah jelas-jelas menyebut si KPH Bagas Pujilaksono, pengamat juga memberikan analisis yang sama. Sehingga kalau @DivHumas_Polri tidak memproses oknum ini, maka statemen @PolhukamRI Prof @mohmahfudm itu tidak ada gunanya samasekali,” sambung @KRMTRoySuryo2.

Sebelumnya, di akun @mohmahfudmd, Mahfud MD menulis: “Webinar tentang “Pemberhentian Presiden” yang batal di UGM kemarin sebenarnya mau bilang bahwa Presiden tak bisa dijatuhkan hanya karena kebijakan terkait Covid. Tapi ada yang salah paham karena belum baca TOR dan hanya baca judul hingga kisruh. Setelah ditelusuri Webinar itu bkn dibatalkan oleh UGM atau Polisi.”

Mahfud juga mendesak kepolisian mengusut pelaku teror tersebut. “Demi demokrasi dan hukum Saya sudah minta Polri agar mengusut peneror panitia dan narasumber. Saya sarankan juga agar penyelenggara dan calon nara sumber melapor agar ada informasi untuk melacak identitas dan jejak peneror, terutama jejak digitalnya,” tulis @mohmahfudmd

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top