News

Rudy Kurniawan, Pemalsu Wine Yang Hebohkan AS Dideportasi Ke Indonesia

Rudy Kurniawan, Pemalsu Wine Yang Hebohkan AS Dideportasi Ke Indonesia

Bea Cukai dan Penegakan Imigrasi AS mengatakan, telah mendeportasi Rudy Kurniawan (44) pada minggu lalu menggunakan penerbangan komersial dari Bandara Internasional Dallas menuju Jakarta. Rudy pertama kali ke Amerika Serikat pada tahun 1990-an menggunakan visa pelajar.

Pada 2003 lalu, ia sempat gagal mencari suaka politik dan diperintahkan untuk meninggalkan AS. Namun kata petugas ia malah menetap di AS secara ilegal. Rudy diduga bernama asli Zen Wang Huang yang diketahui berasal dari keluarga kaya yang menjalankan bisnis distribusi bir di RI.

Memalsukan Ribuan Minuman Anggur Langka

Jaksa penuntut umum Pengadilan New York mengungkapak, Rudy mendapat penghasilan jutaan dolar AS sejak 2004 hingga 2012. Penghasilan tersebut ia dapat dari memalsukan minuman anggur (wine) di kediamannya yang berada di pinggiran Los Angeles, Arcadia.

William Koch, seorang miliader sekaligus investor anggur menjadi korban penipuan Rudy Kurniawan. Koch diketahui membayar $2,1 juta atau sekitar Rp 30,6 miliar untuk 219 botol wine palsu.

Seorang pakar wine bersaksi bahwa 19.000 label botol wine palsu yang mewakili 27 merk wine terbaik dunia ditemukan di rumah Rudy. Pada 2021, FBI menggerebek kediaman Rudy dan mengamankan ratusan botol, gabus (tutup botol wine) hingga perangko.

Jaksa penuntut umum di Pengadilan New York mengatakan bahwa Rudy menghasilkan jutaan dolar AS dari tahun 2004 hingga 2012 dengan memalsukan ribuan minuman anggur (wine) di rumahnya di pinggiran Los Angeles, Arcadia.

Miliarder dan investor anggur William Koch menjadi korban penipuan Rudy. Koch membayar $ 2,1 juta (Rp 30,6 miliar) untuk 219 botol anggur palsu.

Seorang pakar minuman anggur bersaksi bahwa 19.000 label botol anggur palsu yang mewakili 27 merk anggur terbaik dunia ditemukan di kediaman Rudy. Pada tahun 2012, FBI menggerebek rumah Rudy dan menyita ratusan botol, gabus (tutup botol), dan perangko. Perjalanan kasusnya ini pun hingga dibuat dalam sebuah film dokumenter Netflix tahun 2016 berjudul “Sour Grapes”.

Perjalanan Rudy Kurniawan

Rudy memulai membangun reputasinya sebagai pembeli sekaligus penjual anggur langka dan meraih puluhan juta dolar pada acara lelang anggur. Ia mendapat julukan “Dr. Conti” dari kolektor lain atas kecintaannya pada wine Burgundy, Domaine de la Romanee-Conti.

Pada sebuah acara lelang tahun 2006 silam, ia berhasil menjual wine seharga $ 24,7 juta atau sekitar Rp 360,7 miliar. Tapi, perlahan pola pemalsuan wine tersebut mulai terendus setelah beberapa minuman yang ia ajukan untuk lelang ternyata palsu.

Pada 2007, rumah lelang Christie yang berada di Los Angeles menarik seluruh barang kiriman Rudy Kurniawan setelah perusahaan produsen minuman anggur mengatakan botol-botol tersebut palsu. Lalu pada 2008, lot anggur Domaine Ponsot yang memiliki nilai lebih dari $600.000 sekitar Rp 8,7 miliar ditarik dari penjualan dikarenakan diragukan keasliannya.

Sebuah botol Domaine Ponsot yang coba dilelang Rudy pada 2008 diklaim dibuat pada tahun 1929. Namun, sang pencipta minuman anggur yang asli dengan tegas mengatakan tidak ada produksi hingga tahun 1934.

Secara keseluruhan, Rudy Kurniawan mungkin telah menjual sekitar 12.000 botol wine palsu. Menurut Jaksa penuntut, uang hasil penipuan tersebut digunakan untuk gaya hidup mewah Rudy di pinggiran Los Angeles. Selain itu, ia juga membeli Lamborghini dan mobil mewah lain hingga pakaian dari rancangan desainer terbaik.

Setelah itu, pemerintah menyita seluruh aset yang dimiliki Rudy Kurniawan. Di akhir sidang, Rudy juga harus membayar $ 28,4 juta sekitar Rp 424 miliar sebagai restitusi kepada 7 korban. Bukan hanya itu, ia juga kehilangan properti yang ditaksir mencapai $ 20 juta atau Rp 292 miliar.

To Top