News

Ruslan Buton Tolak Teken Surat Penahanan, Ada Apa?

Ruslan Buton Tolak Teken Surat Penahanan

Ruslan Buton menolak menandatangani surat penahanannya. Pecatan TNI AD itu telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan 20 hari ke depan.

“Karena yang ia perbuat tidak sebagaimana dimaksud pasal pidana tersebut,” kata pengacara Tonin Tachta Singarimbun dalam keterangannya, Sabtu (30/5).

Penolakan ini membuat penyidik membuat berita acara penolakan teken atas berita acara penahanan tersebut.

Surat perintah penahanan bernomor: SP.Han/40/V/2020/Dittipidsiber tanggal 29 Mei 2020 ditandatangani Direktur Tipidsiber Bareskrim Polri Brigjen Slamet Uliandi.

Menurut Tonin, kliennya telah menjalani pemeriksaan selama 7 jam di Bereskrim Polri. Kemudian langsung ditahan sejak Jumat kemarin.

Sebelumnya, Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan, mengatakan Ruslan terancam pasal berlapis.

“Tersangka RB (Ruslan Buton) dapat dijerat dengan Pasal 14 ayat (1) dan (2) dan/atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana yang dilapis dengan Pasal 28 Ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman pidana 6 tahun dan/atau Pasal 207 KUHP dapat dipidana dengan ancaman penjara 2 tahun,” ujarnya, kemarin.

Baca Juga : Terkuak!! Pemecatan Ruslan Buton Karena Tolak TKA China

Panglima Serdadu Eks Trimatra Nusantara tersebut menjadi tersangka ujaran kebencian terhadap Presiden Joko Widodo. Ruslan mengakui merekam dan menyebarkn rekaman video ancaman agar Jokowi mundur atau terjadi revolusi pada 18 Mei 2020 lalu.

To Top