News

Salah Ucap, Sandi Ingin Ubah Istilah KPLDH Menjadi OK Tok

Ketuk Pintu Layani dengan Hati merupakan salah satu program unggulan Pemprov DKI sejak setahun lalu digagas pertama kali oleh Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Koesmadi Priharto, bersama dengan tim PKK DKI dan sejumlah LSM. Program ini didasari dengan adanya peningkatan yang signifikan terhadap jumlah pasien yang berobat ke puskesmas sejak diberlakukannya kartu JKN atau Jaminan Kesehatan Nasional. Tujuan dari program KPLDH ini sendiri adalah sebagai salah satu upaya dalam meningkatkan pelayanan kesehatan agar seluruh lapisan masyarakat Jakarta dapat menjangkau pelayanan kesehatan dengan lebih mudah.

Satu tim KPLDH terdiri dari seorang dokter, perawat dan bidan. Satu tim bertugas untuk memberikan pelayanan kesehatan untuk satu wilayah tertentu dengan jumlah warga sekitar lima ribu jiwa. Tugas utama setiap tim tak hanya sekedar memberikan pelayanan kesehatan tapi juga mempromosikan tentang pemeliharaan serta peningkatan kesehatan masyarakat, melakukan tindakan preventif atau pencegahan yang diperlukan yang nantinya semua kegiatan tersebut akan dikumpulkan menjadi data konkrit yang diharapkan dapat digunakan sebagai salah satu solusi mengurangi masalah kesehatan di Jakarta  yang sangat kompleks.

Jadi program ini bukanlah jenis program yang dijalankan secara sembarangan tapi sudah melalui beberapa mekanisme, proses yang panjang dan tidak sedikit orang yang sudah berpartisipasi didalamnya. Walaupun masih belum sempurna namun program ini sudah memberikan dampak yang cukup positif terhadap kesehatan masyarakat Jakarta terutama kalangan menengah kebawah yang selama ini masih kurang kesadarannya bahwa mereka juga memiliki hak untuk hidup sehat.

Sandi Ingin Mengubah Istilah KPLDH menjadi Tok Tok atau Ok OCare

Sabtu lalu ketika Sandi ditemui di Ragunan, Jakarta Selatan ketika memberikan sambutan dalam peringatan Hari Kesehatan Nasional di Taman Mergasatwa Ragunan beliau mengatakan bahwa ingin me-rebranding program Ketuk Pintu Layani dengan Hati karena menurutnya program tersebut bagus tapi susah diucapkan, pasalnya dia sempat salah menyebut KPLDH menjadi PKDLH.

“Tuh gue aja salah. Tadi saya udah ngomong sama Pak Kadis (Kadis Kesehatan DKI), Pak perlu buat branding yang bagus buat Ketuk Pintu Layani dengan Hati, cari branding yang bagus”

“Programnya bagus, tapi susah diucapkan karena Ketuk Pintu Layani dengan Hati itu perlu catchy word-nya gitu kayak KJP, KJS. Jadi kami mesti cari dan nanti kami sayembarain ajalah apa yang bagus” ujar Sandi seperti dikutip dari Kompas.

Sandi juga menambahkan “Jadi, nanti ‘Ketuk Pintu’ itu kami ganti aja branding-nya mungkin ‘Tok-tok’, atau apa gitu yang gampang. Tok-tok, OK Tok, Ok Ocare, gampang gitu. Seperti OK OCE, gampang gitu loh,”

Menurutnya supaya gampang, sebaiknya dibuat sayembara dimana warga Jakarta juga dapat ikut menyumbang nama yang tepat untuk program kesehatan masyarakat ini agar warga Jakarta menjadi lebih familiar dengan program ini dan mengenal program ini lebih baik lagi.

Hanya saja masalahnya apakah rebranding sebuah program yang sudah berjalan dan relatif baru berjalan merupakan solusi efektif dibandingkan dengan banyak dan peliknya masalah Jakarta yang lain, ini juga merupakan masalah prioritas. Selain itu rebranding sebuah program ketika program tersebut baru saja berjalan tentunya tidak mudah dan kemungkinan justru dapat menganggu proses yang saat ini sedang berjalan. Semoga hal ini hanya sekedar wacana dari seorang Sandi Uno karena KPLDH merupakan salah satu harapan warga Jakarta untuk bisa mendapatkan pelayanan kesehatan secara lebih mudah dan terjangkau tentunya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2021 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top