News

Sang Ibu Terkena Dampak Kabut Asap Selama Hamil, Bayi Usia 18 Hari ini dievakuasi

Portal Berita

Hingga Sabtu (10/10) pagi, kabut asap masih menyelimuti Kota Palangkaraya, Kalimatan Tengah. Angka indeks standar pencemaran udara masih bertahan di 632 dengan jarak pandang 300 meter. Saat ini tercatat sudah 15 bayi yang menderita ISPA yang tersebar di Riau, Kalimantan, Sulawesi Selatan dan daerah sekitarnya, lebih dari 5 bayi meninggal karena ISPA akibat dampak kabut asap. Sementara di hari kedua beroperasi, rumah singgah untuk evakuasi bayi di Palangkaraya sudah berpenghuni. Raka Pratama, namanya.

Sejak usia 9 bulan hingga melahirkan, Etikah Yuliani, Ibu sang bayi, sudah mengalami dampak kabut asap seperti sesak napas dan muntah-muntah. Ia khawatir bayinya terkena dampak kabut asap yang lebih parah karena pasalnya, Raka sudah mengalami gejala ISPA seperti perut kembung dan muntah-muntah.

Etikah berharap anaknya dapat dirawat dengan baik dan pemerintah dapat segera mengatasi persoalan kabut asap.

Di rumah evakuasi bayi ini nantinya akan ada bantuan dari dinas sosial, tenaga medis dan dokter dan bidan yang selama 24 jam akan siaga untuk mendampingi pasien yang ada. Seperti Bidan Riani, yang bertugas menangani Raka.

“Tadi malam Raka sudah dibawa di sini, usianya 17 hari, hari ini sudah 18 hari. Penanganan utama yang kita lakukan adalah pemeriksaan fisik, tentunya didampingi dokter yang memeriksa. Hasil diagnosanya adalah bayi tersebut mengalami ISPA namun untuk sementara kondisi bayi tidak begitu menghawatirkan. Yang kita lakukan sehari-hari untuk menanganinya yaitu perawatan kebutuhan bayi,” papar Bidan Riani.

Jika selama 3 hari berturut-turut keadaan bayi tidak membaik atau justru makin buruk akan dirujuk ke RSUD Doris Sylvanus.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top