News

SBY Turun Tangan, Sebut Pilpres 2024 Akan Diwarnai Kecurangan

SBY Sebut Akan Ada Kecurangan di Pilpres 2024

Sejumlah politikus asal Partai Demokrat dan PDIP terlibat saling sindir dan menuding masing-masing pihak sudah melakukan kecurangan pada Pemilu dan Pilpres 2024.

Ketegangan ini buntut potongan pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat yang juga Presiden RI ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat di Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang bocor di media sosial.

Di depan para kadernya, SBY mengatakan mendapat informasi mengenai upaya beberapa pihak agar Pilpres 2024 hanya bisa diikuti oleh dua pasangan capres-cawapres. Ia menyebut hal ini akan dilakukan dengan menjegal calon tertentu untuk maju bursa pencalonan.

SBY juga mengaku akan turun tangan karena Pemilu dan Pilpres 2024 bakal diwarnai kecurangan serta ketidakadilan.

“Para kader, mengapa saya harus turun gunung menghadapi Pemilihan Umum 2024 mendatang? Saya mendengar, mengetahui, bahwa ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil,” ucap SBY.

Lihat Juga: PDIP Sindir Kepemimpinan SBY, PD Beberkan Prestasi

PDIP Respons Tudingan SBY

Pernyataan tersebut langsung mendapatkan respons keras dari PDIP. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP Hasto Kristiyanto mengingatkan agar SBY tidak mengganggu Jokowi.

Ia bahkan langsung menuduh bahwa masa pemerintahan SBY pada 2009 menjadi puncak kecurangan Pemilu.

“Mohon maaf Pak SBY tidak bijak. Dalam catatan kualitas Pemilu, tahun 2009 justru menjadi puncak kecurangan yang terjadi dalam sejarah demokrasi, dan hal tersebut Pak SBY yang bertanggung jawab,” ujar Hasto dalam keterangan resminya, Sabtu (17/9/2022).

Selain itu, Hasto juga mengatakan bahwa rencana koalisi PDIP dengan PPP pernah dijegal Demokrat pada 2009 lalu. Ia pun mengingatkan SBY untuk tidak mencari-cari alasan berdalih penjegalan.

Terlebih, andai pernyatakan tersebut disampaikan karena Demokrat tak mendapatkan dukungan partai politik lain.

“Jadi, apa yang disampaikan Pak SBY sebenarnya menunjukkan kekhawatiran beliau kalau ada dua pasangan calon kemudian Pak AHY enggak bisa masuk sehingga dikatakan itu instrumen penjegalan. Itu yang harus diluruskan,” lanjut Hasto.

SBY Klaim Ada yang Jegal Partainya di Pilpres 2024

SBY mengklaim mendapatkan informasi Pemilu 2024 telah diatur oleh ‘mereka’ agar hanya dua pasangan capres-cawapres saja yang maju.

Ia juga curiga adanya upaya menjegal partainya untuk mengajukan calon presiden sendiri di Pilpres 2024. Namun SBY tidak mengungkap siapa orang yang disebutnya ‘mereka’ itu. Pernyataan SBY ini diunggah oleh akun Tiktok @pdemokrat.sumut.

“Konon akan diatur dalam Pemilihan Presiden nanti yang hanya diinginkan oleh mereka dua pasangan capres dan cawapres saja yang dikehendaki oleh mereka,” kata SBY kepada kader Partai Demokrat saat Rapimnas Tahun 2022 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Kamis (15/9/2022).

Lihat Juga: AHY Hanya Sebatas Numpang Nama, Partai Demokrat Tetap Gaya SBY

Dia menyebut upaya penjegalan tersebut adalah suatu kejahatan. Pasalnya, menurut SBY, rakyat memiliki kebebasn untuk memilih pemimpinnya di masa mendatang.

SBY melanjutkan bahwa rencana menjegal itu adalah suatu hal yang batil. Ia menekankan rakyat memiliki kedaulatan untuk menentukan pilihannya dan bebas memilih calon pemimpinnya.

“Yang berdaulat juga rakyat dan ingat, selama 10 tahun lalu kita di pemerintahan dua kali menyelenggarakan Pemilu termasuk Pilpres, Demokrat tidak pernah melakukan kebatilan seperti itu,” lanjut SBY.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top