News

SE Menag: Speaker Luar Masjid Saat Hari Raya hingga Volume Maksimal 100 dB

SE Menag: Speaker Luar Masjid Saat Hari Raya hingga Volume Maksimal 100 dB

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mengeluarkan surat edaran (SE) No 05 tahun 2022 yang mengatur soal penggunaan pengeras suara di masjid maupun musala. Salah satu poin penting yang tercantum dalam SE Menag tersebut yaitu soal durasi takbir pada 1 Syawal/10 Zulhijjah dapat dilakukan dengan pengeras suara bagian luang hingga pukul 22.00 waktu setempat.

Setelahnya, masjid maupun musala bisa tetap melanjutkan takbir hanya dengan menggunakan speaker bagian dalam.

Bukan itu saja, pemakaian pengeras suara saat bulan Ramadhan baik untuk ceramah atau kajian Ramadhan, Sholat Tarawih dan tadarus Al-Quran juga memakai pengeras suara bagian dalam. Sedangkan dalam pelaksanaan Sholat Idul Fitri dan Idul Adha bisa dilakukan menggunakan pengeras suara bagian dalam.

“Takbir Idul Adha di hari Tasyrik pada tanggal 11 sampai dengan 13 Zulhijjah dapat dikumandangkan setelah pelaksanaan Salat Rawatib secara berturut-turut dengan menggunakan Pengeras Suara Dalam,” tulis salah satu poin SE Menag tersebut.

Edaran tersebut juga mengatur bahwa pengajian atau Peringatan Hari Besar Islam juga menggunakan pengeras suara bagian dalam. Kecuali jika peserta tablig sangat banyak hingga keluar arena masjid atau musala bisa memakai pengeras suara luar.

Dalam SE Menag Volume Maksimal Speaker 100 dB

Yaqut menilai surat edaran terkait penggunaan pengeras suara di masjid maupun musala ini sebagai kebutuhan umat Islam yang merupakan salah satu media syiar agama di tengah masyarakat.

Tetapi, di saat bersamaan masyarakat Indonesia juga sangat beragam, baik dari sisi keyakinan, agama, latar belakang dan lainnya. Sehingga harus ada upaya untuk menjaga persaudaraan dan harmoni sosial.

Lihat Juga: Tentang Agama Baha’i Yang Kini Ramai Disorot Karena Disebut Menag RI

“Pedoman diterbitkan sebagai upaya meningkatkan ketenteraman, ketertiban, dan keharmonisan antarwarga masyarakat,” jelas Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas lewat keterangan resminya, Senin (21/2/2022).

Ia menyampaikan edaran ini juga ditujukan kepada Ketua Majelis Ulama Indonesia, ketua Dewan Masjid Indonesia, Pimpinan Organisasi Kemasyarakatan serta Takmir atau Pengurus Masjid dan Musala di Tanah Air.

Sebagai tembusan, SE Menag ini juga ditujukan ke seluruh Gubernur, Bupati/Walikota seluruh Indonesia.

Poin lain dalam surat edaran tersebut adalah volume pengeras suara masjid atau musola maksimal 100 dB atau decibel dan suara tidak sumbang.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2022 LO inc. Media Supported By MASEL Corp

To Top