News

Sejarah Hari Anak Sedunia

Sejarah Hari Anak Sedunia

Hayo tahu tidak sekarang hari apa? Bukan hanya hari Jum’at ya. Kalau ada yang menebak hari ini Hari Anak Sedunia, selamat jawabanmu benar! Yups, hari ini adalah hari anak yang diperangati oleh semua negara di dunia. Tapi sebelum ditetapkan sebagai Hari Anak, tentu ada sejarah kenapa tanggal ini dipilih sebagai Hari Anak. Penasaran dengan sejarah di baliknya? Langsung simak uraiannya di bawah ini dulu yuk.

Latar Belakang Hari Anak Sedunia

Latar Belakang Hari Anak Sedunia

Setiap tanggal 20 November ditetapkan sebagai Hari Anak Sedunia. UNICEF, yang merupakan organisasi PBB yang bergerak pada bidang hak anak selalu mengangkat tema khusus. Tahun ini tema yang diusung adalah “hari untuk kembali membayangkan masa depan yang lebih baik bagi setiap anak”. Melansir dari laman resmi PBB, Hari Anak Sedunia ini pertama kali ditetapkan pada tahun 1954.

Hal tersebut bisa dilihat di resolusi PBB No 836 (XI) Desember 1954. Ditetapkannya Hari Anak Sedunia ini dikarenakan dampak Perang Dunia II yang membuat anak-anak di Eropa menderita. Karena dampak tersebut, PBB pun turun tangan dengan menyediakan makanan, pakaian, dan perawatan medis bagi anak-anak yang terdampak perang. Selain diperingati setiap tahun, Hari Anak ini juga menjadi media untuk mempromosikan cita-cita dan tujuan dari Piagam PBB dan juga kesejahteraan anak-anak dunia. Sejak saat itulah PBB menyarankan kepada pemerintah di setiap negara untuk merayakan Hari Anak Sedunia yang jatuh setiap tanggal 20 November dengan caranya masing-masing, tentu harus dengan cara yang baik dan tepat.

Kesempatan Yang Tidak Adil Bagi Anak-anak

Kesempatan Bagi Anak-anak

Kendati demikian, PBB masih menilai ada banyak tugas yang harus diselesaikan untuk anak-anak di seluruh dunia. Di berbagai penjuru dunia ini ada jutaan anak yang tidak mendapat kesempatan yang adil tanpa alasan apa pun selain jenis kelamin, negara, maupun keadaan tempat mereka dilahirkan. Kemiskinan juga menjadi salah satu yang mempengaruhi anak-anak secara tidak proporsional. Saat ini pun, satu dari lima anak hidup di dalam kemiskinan yang ekstrem, dimana mereka harus hidup dengan pendapatan kurang dari 1,90 dollar AS per hari.

Keluarga mereka juga harus berjuang untuk mendapat perawatan kesehatan dasar dan juga nutrisi untuk memberi anak-anaknya bekal hidup yang kuat. Kondisi seperti ini pun menyisakan jejak yang akan bertahan cukup lama. Pada tahun 2019 saja, sekitar 149 juta anak berusia di bawah lima tahun di dunia telah mengalami stunting.

Peningkatan Pendaftar Sekolah

Meskipun kenyataannya ada kemajuan yang cukup besar dalam kasus pendaftaran sekolah di banyak bagian dunia. Sebelumnya, UNESCO mencatat ada lebih dari 177 juta anak yang tidak bisa mendaftar pendidikan pra-sekolah dasar.

Laporan UNESCO pada 2017 juga menunjukkan, enam dari sepuluh anak meninggalkan pendidikan sekolah dasar sebelum mencapai tingkat kecakapan minimum dalam membaca dan berhitung. Tantangan ini masih diperparah dengan konflik bersenjata yang berkepanjangan. Ada hampir 250 juta anak tinggal di negara dan daerah yang berkonflik senjata.

Sebagai anak-anak yang tinggal di daerah konflik, bersekolah dan bermain tanpa khawatir tentu menjadi sebuah impian yang cukup besar. Karena adanya konflik yang bersenjata, anak-anak harus hidup dalam ketakutan dan dibayangi oleh perasaan trauma yang sulit untuk dihilangkan. Nah, setelah membaca artikel di atas, sekarang kamu lebih tahu bukan latar belakang ditetapkannya tanggal 20 November sebagai Hari Anak Sedunia? Selain sebagai peringatan, ternyata ada banyak kisah pilu di baliknya.

To Top